Ini Alasan Chandra Hamzah Bela Bahalwan Hadapi Jaksa di Kejagung

Ini Alasan Chandra Hamzah Bela Bahalwan Hadapi Jaksa di Kejagung

Dhani Irawan - detikNews
Selasa, 28 Jan 2014 13:37 WIB
Ini Alasan Chandra Hamzah Bela Bahalwan Hadapi Jaksa di Kejagung
Jakarta - Mantan pimpinan KPK Chandra Hamzah kembali turun gunung. Lepas dari KPK, dia kembali menjadi pengacara. Kali ini secara perdana terang-terangan dia membela Direktur Operasi Mapna Indonesia Mohamad Bahalwan. Apa alasan Chandra?

"Sudah sebelum kasus ini muncul, secara korporasi kita memang mewakili Mapna Indonesia," jelas Chandra saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (28/1/2014).

Chandra akhirnya turun ketika Bahalwan dijerat Kejagung dalam kasus proyek pengadaan pekerjaan Life Time Extention (LTE) Gas Turbine (GT) 21 & GT 22 PLTGU Blok 2 Belawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasus ini yang sempat membuat Dirut PLN Nur Pamudji sampai mau mundur karena jaksa menjerat anak buahnya," jelas Chandra. Dalam kasus ini jaksa juga sudah menahan Manajer PLN Belawan sektor Labuan Angin, Surya Dharma Sinaga.

Chandra menjelaskan, dirinya heran dengan alasan jaksa bahwa ada dugaan korupsi dalam kasus ini. Padahal proyek ini masih berjalan dan belum ada uang negara yang keluar.

"Itu itungan dari mana korupsi? Ini proyek belum selesai dikerjakan, belum ada pembayaran yang dilakukan," imbuh Chandra.

Menurut dia juga, proyek ini sejak dahulu dikerjakan Siemens. Kemudian setelah sekian tahun, dilakukan tender yang dimenangkan PT Mapna. Tapi malah proses tender ini dipidanakan jaksa.

"PLN ini ingin mencari mesin yang lebih murah. Dan tender dilaksanakan secara fair, Mapna memenangkan karena harga yang lebih murah," imbuhnya.

Mapna Iran, perusahaan energi BUMN milik negeri Mullah itu yang menyingkirkan Siemens. Tapi kemudian, jaksa melakukan penyidikan dan mengaku menemukan dugaan korupsi.

"Tender sudah dilaksanakan dengan benar dimenangkan Mapna Iran ya bukan Mapna Indonesia, dan proyek masih berjalan. Lalu bagaimana bisa disebut ada korupsi?" tutupnya.

(dha/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads