"Itu fitnah. 200 bahkan 300 persen bukan dari kita," kata ketua umum Partai Gerindra Prof Suhardi, kepada detikcom, Selasa (27/1/2014).
Menurutnya, memproduksi uang palsu atau menggandakan uang yang tak sesuai sudah jelas melanggar dan bisa dipidana, bagaiamana mungkin bisa ada uang diedarkan bercap 'Prabowo Satria Piningit'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhardi justru menyebut hal itu sebagai kampanye hitam untuk menjatuhkan Prabowo yang sudah diusung oleh Gerindra sebagai capres. Terlebih Prabowo masih moncer di puncak survei capres.
"Ya ini black campaign untuk menurunkan nama baik Pak Prabowo," ucapnya.
Pandangan senada disampaikan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat. Menurut Martin ini adalah manuver politik pembusukan Prabowo dan Gerindra.
"Tahun politik ini akan diwarnai mengingkatnya pembusukan politik," kata anggota dewan pembina Gerindra Martin Hutabarat saat dihubungi, Selasa (28/1/2014).
Gerindra, sebagai partai yang sudah mencalonkan nama capres, pasti akan jadi sasaran pembusukan ini. Apalagi elektabilitas Prabowo masih melambung tinggi, sosok mantan Danjen Kopassus itu tentu semakin seksi untuk dikerjai.
"Gerindra yang sudah mencalonkan Prabowo jadi capres 2014 pasti akan dikerjai orang-orang yang berpikiran sempit dan iri," ujar Martin.
Anggota Komisi III DPR ini melihat, tujuan dari upaya pembusukan itu pasti adalah perusakan citra Gerindra. Namun demikian, Gerindra optimis masyarakat akan memandang semua fenomena secara rasional tanpa kemudian terpengaruh isu pembusukan semacam itu.
"Tujuannya sudah jelas, untuk merusak citra partai. Kita pasti tidak akan terpengaruh. Rakyat sudah semakin cerdas," tandasnya.
(bal/van)











































