"Jazuli melaporkan balik Mahfud MD ke Polri? hahaha... Kalau saya prinsipnya hanya tertawa saat Jazuli melaporkan balik ke polisi," kata Mahfud dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (28/1/2014). Mahfud sedang berada di Jepang saat ini atas undangan Kemenlu setempat.
Menurut Mahfud, perkataannya terhadap Jazuli memang sempat menyebut kata kafir. Namun hal itu bermaksud bagi setiap orang yang suka melanggar hukum. Dalam konteks ini, Mahfud tak terima disebut pernah bertemu dengan gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria asal Madura ini meminta Jazuli membuktikan perkataannya soal permainan perkara dan pertemuan dengan Atut. Bila tudingan itu terbukti, maka Jazuli bisa mempolisikan Mahfud.
"Dia harus buktikan lebih dulu tuduhannya di pengadilan. Maka tindak pidana ini akan diseriusi agar orang tidak sembarangan ngomong tanpa fakta. Jazuli akan diburu secara hukum," sambungnya lagi.
Bagi Mahfud, kebenaran hukum adalah segalanya. Termasuk bila dirinya memang benar disebut bermain dalam perkara Atut. "Tapi kalau tak terbukti maka yang menyebarkan berita itu juga harus dihukum, demi membantu negara. Simpel masalahnya," bebernya.
Perseteruan ini berawal ketika Jazuli menyebut Mahfud pernah bertemu dengan Atut ketika 21 November saat ada pertandingan sepakbola. Kala itu, Jazuli merupakan perwakilan dari kubu lawan Atut saat sengketa di MK.
Menanggapi tudingan ini, Mahfud berang dan melaporkan Jazuli ke polisi atas fitnah dan pencemaran nama baik. Versi Mahfud, dia tak pernah bertemu dengan Atut dan hanya melambaikan tangan.
(mad/ndr)











































