"Itu mau merusak saja. Nggak mungkin kita mengedarkan itu," kata anggota dewan pembina Gerindra Martin Hutabarat saat dihubungi, Selasa (28/1/2014).
Beredarnya uang itu dinilai Martin sebagai salah satu bentuk 'cobaan' untuk Gerindra dan capresnya, Prabowo Subianto. Martin menilai hal itu wajar karena elektabilitas Prabowo memang moncer.
"Popularitas Prabowo sangat tinggi. Biasa lah, semakin tinggi pohon maka semakin kuat angin berhembus," ujar Martin.
Meski begitu, Martin mengaku belum melihat langsung uang itu. Dirinya akan mengecek terlebih dahulu soal beredarnya uang itu.
"Saya belum lihat. Ya itu sudah menyalahi aturan," tandasnya
(dnu/ndr)











































