5 Fakta-fakta Sadis Epi Suhendar Bunuh Anak Kandung

5 Fakta-fakta Sadis Epi Suhendar Bunuh Anak Kandung

- detikNews
Selasa, 28 Jan 2014 08:02 WIB
5 Fakta-fakta Sadis Epi Suhendar Bunuh Anak Kandung
Jakarta -

Bunuh Anak, Lalu Tusuk Istri

Epi membunuh anaknya sendiri yang masih berusia 3 tahun. Tidak hanya itu, tersangka bernama Epi Suhendar (29) ini juga membacok istrinya sendiri usai membunuh anaknya. Keji!

Informasi yang dihimpun dari Polda Metro Jaya, peristiwa itu terjadi pada subuh tadi, di rumah korban di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Tersangka membacok Ayi Jujun, istrinya dan anaknya Iksan Fajri hingga tewas.

"Istrinya masih hidup, dia mengalami luka bacok," ujar anggota Polres Bekasi Kabupaten kepada detikcom, Senin (27/1/2014).

Aparat Kepolisian Sektor Cikarang dikabarkan telah menangkap tersangka. Dari tersangka diamankan barang bukti 2 bilah pisau serta baju yang berlumuran darah.

Coba Bunuh Diri

Usai menusuk anaknya, Iksan Fesal Mawlana (3) sebanyak 18 kali hingga tewas, Epi Suhendar (30) malah mencoba bunuh diri. Apa daya, karena gemuk, pisau yang digunakan Epi bunuh diri malah tidak bisa menembus badannya.

"Pelaku sempat mencoba mencoba bunuh diri dengan melukai dadanya dengan pisau," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Namun, lanjut Rikwanto, upaya itu tidak berhasil lantaran Epi memiliki badan yang gemuk. "Pisaunya tidak tembus karena badan pelaku yang gemuk atau obesitas," imbuh Rikwanto.

Belum diketahui jelas bagaimana kronologi lengkap peristiwa itu. Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk menyempurnakan kronologinya.

Pembunuhan itu terjadi di rumah korban di Perum BCL Jl Arjuna X Blok B 35 No 17, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pukul 03.30 WIB tadi, bertepatan di hari ultah korban ke-3, 27 Januari 2014.

Informasi yang dihimpun, pembunuhan itu terungkap oleh istri tersangka, Ai Cucun (23). Bahkan Ai Cucun pun ditusuk tersangka hingga 10 kali. Ai saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Saat itu, Ai melihat suaminya sedang menusuk-nusuk anaknya di rumah tersebut. Mengetahui aksinya ini diketahui istrinya, tersangka pun mengejar Ai lalu menusuknya berulang kali hingga 10 kali ke bagian perut dan kepala.

Hal itu diketahui oleh adik ipar Epi, Cecep. Lagi-lagi Epi hendak melukai Cecep sehingga terpaksa melarikan diri ke lantai 2 rumahnya dan berhasil meloloskan diri setelah membongkar genteng rumah korban. Cecep kemudian turun dari genteng rumah korban dan diketahui tersangka.

Cecep kemudian melaporkan hal itu kepada warga. Warga pun mengepung rumah korban, hingga akhirnya tersangka diamankan oleh warga. Korban kemudian dibawak ke RS Anissa. Sementara tersangka diserahkan kepada aparat Polsek Cikarang untuk diperiksa.

Keluarkan Hati Anak

Pembunuhan yang dilakukan Epi Suhendar (30) terhadap anaknya, Ihsan Fazel Mawla (3), sungguh biadab. Epi membunuh korban dengan cara menusuknya hingga 18 kali. Sadis benar-benar sadis.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian di Perum BCL Jl Arjuna X Blok B35 No 17, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

"Dari hasil olah TKP ditemukan potongan hati korban di kursi tamu," kata Rikwanto kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Rikwanto mengatakan, usai menusuk-nusuk korban, tersangka Epi membelah perut korban lalu mengambil hati korban.

"Kemudian diambil potongan hatinya seukuran," ucap Rikwanto.

Aksi sadis ini diketahui oleh istri tersangka, Ai Cucun (23). Karena aksinya ini diketahui, tersangka juga menusuk-nusuk Ai hingga 10 kali.

"Istrinya masih dirawat," imbuhnya.

Belum diketahui apa motif pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka. Polisi masih menyelidiki kasus itu dan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian.

Stres Pekerjaan

Motif Epi Suhendar (30) tega membunuh anaknya Ihsan Fesal Mawlana (3) dan menusuk sang istri Ai Cucun (23) mulai terungkap. Buruh di PT Mitsuba ini diduga dilanda tengah stres karena beban pekerjaannya.

"Hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku membunuh anak serta melukai istrinya adalah karena tekanan pekerjaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Rikwanto mengatakan Epi bekerja sebagai leader di PT Mitshuba. "Tersangka tidak bisa memenuhi target yang diminta perusahaan sehingga pelaku takut dikeluarkan oleh perusahaan," ujarnya.

Selain itu, kata Rikwanto, Epi mengaku terbebani dengan kondisi perekonomiannya. "Di antaranya membayar cicilan rumah sebulannya Rp 800 ribu, dan memikirkan masa depan anak dan istrinya bila dia dipecat dari perusahaan," kata Rikwanto.

Pada Senin 27 Januari pukul 03.30 WIB, Epi terbangun dari tidur. Ia kemudian termenung kembali untuk memikirkan masalah yang ada di benak pikirannya itu. "Sehingga pelaku mengambil jalan pintas untuk menghabisi nyawa anaknya, serta istrinya," ujar Rikwanto.

Jalani Tes Kejiwaan

Epi Suhendar (30) langsung dibekuk aparat Polsek Cikarang usai membunuh anak kandungnya, Ihsan Fazle Mawla (3), dan juga menusuk istrinya, Ai Cucun (23) di Perum BCL, Jl Arjuna X No 17, Cikarang, Bekasi. Buruh di PT Mitsuba itu kini dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jaktim untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.

"Tersangka saat ini di RS Polri untuk mengetahui psikologisnya," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Pemeriksaan psikologis juga dilakukan untuk memperdalam motif pembunuhan sadis yang dilakukan Epi. Motif sementara, Epi membunuh anaknya karena stres dengan beban pekerjaan sebagai leader di PT Mitsuba.
Halaman 2 dari 6
(aan/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads