Bunuh Anak, Lalu Tusuk Istri
|
|
Informasi yang dihimpun dari Polda Metro Jaya, peristiwa itu terjadi pada subuh tadi, di rumah korban di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Tersangka membacok Ayi Jujun, istrinya dan anaknya Iksan Fajri hingga tewas.
"Istrinya masih hidup, dia mengalami luka bacok," ujar anggota Polres Bekasi Kabupaten kepada detikcom, Senin (27/1/2014).
Aparat Kepolisian Sektor Cikarang dikabarkan telah menangkap tersangka. Dari tersangka diamankan barang bukti 2 bilah pisau serta baju yang berlumuran darah.
Coba Bunuh Diri
|
|
"Pelaku sempat mencoba mencoba bunuh diri dengan melukai dadanya dengan pisau," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Namun, lanjut Rikwanto, upaya itu tidak berhasil lantaran Epi memiliki badan yang gemuk. "Pisaunya tidak tembus karena badan pelaku yang gemuk atau obesitas," imbuh Rikwanto.
Belum diketahui jelas bagaimana kronologi lengkap peristiwa itu. Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk menyempurnakan kronologinya.
Pembunuhan itu terjadi di rumah korban di Perum BCL Jl Arjuna X Blok B 35 No 17, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pukul 03.30 WIB tadi, bertepatan di hari ultah korban ke-3, 27 Januari 2014.
Informasi yang dihimpun, pembunuhan itu terungkap oleh istri tersangka, Ai Cucun (23). Bahkan Ai Cucun pun ditusuk tersangka hingga 10 kali. Ai saat ini masih dirawat di rumah sakit.
Saat itu, Ai melihat suaminya sedang menusuk-nusuk anaknya di rumah tersebut. Mengetahui aksinya ini diketahui istrinya, tersangka pun mengejar Ai lalu menusuknya berulang kali hingga 10 kali ke bagian perut dan kepala.
Hal itu diketahui oleh adik ipar Epi, Cecep. Lagi-lagi Epi hendak melukai Cecep sehingga terpaksa melarikan diri ke lantai 2 rumahnya dan berhasil meloloskan diri setelah membongkar genteng rumah korban. Cecep kemudian turun dari genteng rumah korban dan diketahui tersangka.
Cecep kemudian melaporkan hal itu kepada warga. Warga pun mengepung rumah korban, hingga akhirnya tersangka diamankan oleh warga. Korban kemudian dibawak ke RS Anissa. Sementara tersangka diserahkan kepada aparat Polsek Cikarang untuk diperiksa.
Keluarkan Hati Anak
|
|
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian di Perum BCL Jl Arjuna X Blok B35 No 17, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
"Dari hasil olah TKP ditemukan potongan hati korban di kursi tamu," kata Rikwanto kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Rikwanto mengatakan, usai menusuk-nusuk korban, tersangka Epi membelah perut korban lalu mengambil hati korban.
"Kemudian diambil potongan hatinya seukuran," ucap Rikwanto.
Aksi sadis ini diketahui oleh istri tersangka, Ai Cucun (23). Karena aksinya ini diketahui, tersangka juga menusuk-nusuk Ai hingga 10 kali.
"Istrinya masih dirawat," imbuhnya.
Belum diketahui apa motif pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka. Polisi masih menyelidiki kasus itu dan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian.
Stres Pekerjaan
|
|
"Hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku membunuh anak serta melukai istrinya adalah karena tekanan pekerjaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Rikwanto mengatakan Epi bekerja sebagai leader di PT Mitshuba. "Tersangka tidak bisa memenuhi target yang diminta perusahaan sehingga pelaku takut dikeluarkan oleh perusahaan," ujarnya.
Selain itu, kata Rikwanto, Epi mengaku terbebani dengan kondisi perekonomiannya. "Di antaranya membayar cicilan rumah sebulannya Rp 800 ribu, dan memikirkan masa depan anak dan istrinya bila dia dipecat dari perusahaan," kata Rikwanto.
Pada Senin 27 Januari pukul 03.30 WIB, Epi terbangun dari tidur. Ia kemudian termenung kembali untuk memikirkan masalah yang ada di benak pikirannya itu. "Sehingga pelaku mengambil jalan pintas untuk menghabisi nyawa anaknya, serta istrinya," ujar Rikwanto.
Jalani Tes Kejiwaan
|
|
"Tersangka saat ini di RS Polri untuk mengetahui psikologisnya," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Pemeriksaan psikologis juga dilakukan untuk memperdalam motif pembunuhan sadis yang dilakukan Epi. Motif sementara, Epi membunuh anaknya karena stres dengan beban pekerjaan sebagai leader di PT Mitsuba.
Halaman 2 dari 6











































