Kecelakaan Lion, Muktamar NU Tarancam Molor
Rabu, 01 Des 2004 08:44 WIB
Jakarta - Peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air jenis MD-82 dengan nomor penerbangan JT 538 Selasa (30/11/2004) pukul 18.15 WIB di Bandara Adi Sumarmo, Solo, berimbas terhadap jalannya muktamar Nahdatul Ulama (NU) ke 31 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Banyaknya korban tewas dan luka termasuk para pengurus dan keluarga NU yang akan datang ke muktamar NU, membuat muktamirin terpecah konsentrasinya.Seperti diketahui, beberapa korban kecelakaan adalah para petinggi NU dan PKB. Diantaranya korban tewas tokoh PKB Yusuf Muhammad atau sering disebut Gus Yus dan Ketua PWNU DKI Jakarta KH Abdul Syukur. Sedangkan korban luka diantaranya Wakil Syuriah PWNU Sumatera Barat Khaidir Harun, Ketua PCNU Bengkalis Chaerudin Noer, Ketua PWNU Riau Bahar Ali, Istri Andi Djamaro dan juga anak Ketua Panitia Muktamar NU Ahmad bagja.Para muktamirin sejak peristiwa kecelakaan yang terjadi pukul 18.15 WIB sudah tidak konsentrasi lagi. Padahal dalam jadwal pada Selasa malam (30/11/2004) mulai pukul 20.00 WIB berlangsung sidang komisi-komisi. "Peserta muktamar sejak semalam sudah tak konsentrasi. Banyak yang mengurusi keluarga korban. Apalagi ada Gus Yus," ungkap Kholik peserta muktamar saat dihubungi detikcom Rabu pagi (1/12/2004).Akibat peristiwa kecelakaan ini, sidang komisi-komisi kurang bergairah lagi. Hanya komisi organisasi yang membahas AD/ART tetap berjalan alot. Sejak pembahasan pemipihan ketua komisi perdebatan sudah berlarut-larut.Beberapa pasal yang membuat alot antara lain pasal 17 ayat 4 dan 5 mengenai badan otonom yang dinilai mengandung sentralisasi kekuasan dan mengkerdilkan indepedensi badan otonom.Selain itu, Pasal 46 ayat 3 mengenai adanya pengurus NU yang mencalonkan diri untuk mendapatkan jabatan politik maka yang bersangkutan harus non aktif sampai penetapan dinyatakan final. Pasal ini didukung oleh badan-badan otonom NU seperti GP Ansor, fatayat, IPPNU dan lain-lain yang mendukung pengurus NU yang dicalonkan, terlibat atau mendapatkan jabatan politik harus mengundurkan diri dari kepengurusan di NU.Agenda Muktamar hari ini menurut rencana akan melanjutkan sidang-sidang komisi yang belum selesai, sidang pleno dan nanti malam dijadwalkan diadakan pemilihan rais aam dan ketua tandfidziah.Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlawi tetap berkeyakinan muktamar berjalan sesuai dengan agenda. "Tak ada perubahan jadwal. Muktamar jalan terus," unugkapnya saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon.
(jon/)











































