"Saya ini pejuang. Nggak mungkin jadi penghambat, karena CL sebagai bagian dari perkeretaapian. Jadi tidak mungkinlah saya menghambat," jelas Mangindaan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Izin penambahan gerbong ini disebut-sebut terganjal di Dirjen Perkeretaapian. Spesifikasi gerbong menjadi alasan. Padahal, gerbong-gerbong ini sama seperti gerbong terdahulu dan masih dipakai juga di Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagi pula CL diperlukan untuk menjaga kemacetan di darat sehingga perlu ditingkatkan. Bahkan sekarang tidak bisa kalau CL berdiri sendiri," urai Mangindaan.
Bahkan, pihaknya sudah punya konsep bersama mengenai multi moda. Jadi penumpang begitu turun dari CL, sudah ada bus yang menunggu dan sebagainya.
"Bahkan sekarang bus-bus sudah kita bicarakan untuk siap terhadap multi moda itu. Dan organda juga sudah siap dengan rencana itu," terangnya.
Bahkan, Mangindaan akan segera menambah gerbong secepatnya karena jumlah CL masih kurang. Selain itu Kemenhub ingin menggabungkan semua transportasi menjadi multi moda.
"Tapi yang pasti, penambahan akan kita lakukan. Kita inginnya tiap 10 menit kereta
sudah bergerak karena rakyat itu mobilitasnya tinggi sekali," tutupnya.
(ndr/ndr)











































