"Tahun ini Pemilu lebih excited karena sampai sekarang tidak ada satu pun calon yang punya kekuatan lengkap untuk menang," kata JK dalam acara Seminar Ekonomi Standard Chartered Bank di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (27/1/2014).
JK lantas bicara satu-persatu peluang capres. Yang pertama disindirnya adalah capres Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang menurutnya masih harus kerja keras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut JK syarat untuk mencalonkan presiden dan wapres cukup berat. Paling tidak harus tembus 20% suara perlemen atau 25% perolehan suara Pemilu 2014.
"Kemungkinan 20% hanya dua partai yakni Golkar dan PDIP, lainnya jauh di bawah. Maksimum 3 calon, tidak lebih dari itu, memberikan arti bisa saja Pemilu hanya satu kali saja, tidak dua sesi (dua putaran)," lanjut JK.
Syarat itu tentu memberatkan capres Gerindra, Prabowo Subianto. Lantaran hampir semua survei baru menempatkan Gerindra di bawah 10%.
"Prabowo sangat tergantung dari koalisi. Karena hampir semua survei mengatakan suara Gerindra 10%. Dewasa ini belum terdengar kecenderungan partai-partai berkoalisi dengan gerindra. Apabila tidak ada, tidak mungkin Gerindra calonkan sendiri, kecuali ada 2 partai yang mau koalisi," pungkasnya.
(van/trw)











































