JK: Ical Perlu Promosi, Prabowo Tergantung Koalisi

Jelang Pemilu 2014

JK: Ical Perlu Promosi, Prabowo Tergantung Koalisi

Maikel Jefriando - detikNews
Senin, 27 Jan 2014 13:27 WIB
JK: Ical Perlu Promosi, Prabowo Tergantung Koalisi
Jakarta - Menjelang Pemilu 2014, Jusuf Kalla (JK) semakin gencar bermanuver politik. Meskipun belum terbuka soal maju di Pilpres 2014, namun JK kian berani mengukur peluang capres yang muncul saat ini.

"Tahun ini Pemilu lebih excited karena sampai sekarang tidak ada satu pun calon yang punya kekuatan lengkap untuk menang," kata JK dalam acara Seminar Ekonomi Standard Chartered Bank di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (27/1/2014).

JK lantas bicara satu-persatu peluang capres. Yang pertama disindirnya adalah capres Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang menurutnya masih harus kerja keras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Golkar bagus partainya, tapi butuh banyak promosi untuk calonnya. Begitu juga Demokrat belum ada calon baru audisi, PDIP tentu lagi mempertimbangkan siapa yang jadi bagian itu (maju Pilpres)," kata JK.

Menurut JK syarat untuk mencalonkan presiden dan wapres cukup berat. Paling tidak harus tembus 20% suara perlemen atau 25% perolehan suara Pemilu 2014.

"Kemungkinan 20% hanya dua partai yakni Golkar dan PDIP, lainnya jauh di bawah. Maksimum 3 calon, tidak lebih dari itu, memberikan arti bisa saja Pemilu hanya satu kali saja, tidak dua sesi (dua putaran)," lanjut JK.

Syarat itu tentu memberatkan capres Gerindra, Prabowo Subianto. Lantaran hampir semua survei baru menempatkan Gerindra di bawah 10%.

"Prabowo sangat tergantung dari koalisi. Karena hampir semua survei mengatakan suara Gerindra 10%. Dewasa ini belum terdengar kecenderungan partai-partai berkoalisi dengan gerindra. Apabila tidak ada, tidak mungkin Gerindra calonkan sendiri, kecuali ada 2 partai yang mau koalisi," pungkasnya.



(van/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads