Sejarawan: Segera Pastikan Makam di Kediri adalah Makam Tan Malaka

Sejarawan: Segera Pastikan Makam di Kediri adalah Makam Tan Malaka

- detikNews
Senin, 27 Jan 2014 13:18 WIB
Sejarawan: Segera Pastikan Makam di Kediri adalah Makam Tan Malaka
(Foto: Indah Mutiara Kami-detikcom)
Jakarta - Kepastian makam Tan Malaka masih belum menemukan ujungnya. Hasil tes DNA dari jasad di makam di Selopanggung, Kediri dijanjikan akan disampaikan pada November 2012. Meski hingga kini hasil tes belum terungkap, sejarawan dan pihak keluarga tetap meminta makam tersebut dipastikan sebagai makam Tan Malaka.

Penggalian makam Tan Malaka dimulai sejak 12 September 2009 oleh peneliti dari lembaga KITLV Belanda Harry A Poeze bersama timnya. Pada Januari 2012, tim ahli forensik yang dipimpin oleh dr Djaja Surya Atmadja dari Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK Universitas Indonesia menjanjikan hasil tes DNA dapat terungkap pada November 2012. Namun dari hasil penelitian antropologi fisik, sudah dapat dipastikan 90% bahwa jasad di Selopanggung adalah Tan Malaka.

"Berdasarkan penelitian Pak Harry Poeze, hasil penelitian antropologi fisik sudah memenuhi syarat. Jadi Pak Poeze bilang 90 persen memang di situ. Katakanlah hasil tes DNA- nya itu hanya 10 persen atau kurang," kata peneliti sejarah LIPI Asvi Warman Adam di Jl Keuangan 1 no 3, Cilandak, Jaksel, Senin (27/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ciri-ciri fisik yang sesuai dengan deskripsi Tan Malaka berdasarkan penelitian adalah jenis kelamin laki-laki dan ras Mongoloid. Dari struktur gigi diketahui bahwa tinggi jasad 163-165 cm. Ini cocok dengan tinggi Tan Malaka yaitu 165 cm.

"Hasil penelusuran Pak Poeze juga mengatakan bahwa Tan Malaka ditembak dengan tangan terikat ke belakang dan di jenazah kita menemukan tanggannya di belakang seperti saat ditembak," lanjut Asvi.

Harry Poeze, sejarawan yang telah 40 tahun meneliti tentang Tan Malaka juga hadir dalan konferensi pers ini menyayangkan bahwa hasil tes DNA tak kunjung keluar. Setelah bertahun-tahun meneliti kehidupan Tan Malaka, ia berharap kepastian segera diberikan.

"Penggalian sudah 4 tahun yang lalu, 2 tahun tidak ada kabar, lalu Januari 2012 konferensi pers dijanjikan hasil November 2012. Waktu berlalu tanpa berita, ini mengganggu kredibilitas," ujar Poeze.

Asvi kemudian mendesak pemberian kepastian secepatnya meski hasil tes DNA belum ada. Tim forensik tetap dipersilakan untuk membawa sampel jasad untuk diteliti di seluruh dunia.

"Jangan sampai upaya penetapan ini terganjal oleh penelitian ilmiah. Silakan dr Djaja lanjutkan penelitian, tapi pihak keluarga dan tim penggalian sudah menetapkan bahwa makam Tan Malaka itu disana," kata Asvi.

Konferensi pers ini juga dihadiri oleh perwakilan keluarga Tan Malaka, Zulfikar Komarudin dan Asral Datuk Putih. Sedangkan dr Djaja tidak hadir karena memiliki agenda autopsi.

Seperti diketahui, Tan Malaka adalah tokoh perjuangan kemerdekaan Indoneisa. Dalam sejarahnya, Tan Malaka merupakan pendiri Partai Murba dan Partai Pari. Ia juga banyak berjasa dalam perjuangan revolusi kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan penelitian Poeze, pada tahun 1949 tepatnya bulan Februari Tan Malaka ditembak mati pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya. Tan Malaka, dimakamkan di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri pada 21 Februari 1949.

Gelar Pahlawan Nasional kepada Tan Malaka tertuang dalam keputusan Presiden RI Nomor 53, yang ditandatangani Presiden Soekarno 28 Maret 1963.

(nwk/nwk)


Berita Terkait