Kisah Sedih Korban Lion
Rencana Jefri Menikah Batal
Rabu, 01 Des 2004 07:43 WIB
Jakarta - Kecelakaan Lion Air memunculkan kisah sedih. Salah satunya dialami oleh keluarga Jefri Edison, salah seorang korban tewas. Seharusnya dia akan menikah dengan gadis pujaannya pada 4 Desember. Undangan sudah disebar. Tapi, ajal menjemput lebih dulu. Jefri Edison adalah pegawai di Departemen Hukum dan HAM yang berkantor di Jakarta. Jefri menumpang Lion Air JT 538 menuju kota Solo pada Selasa (30/11/2004) untuk mempersiapkan pernikahannya itu. Dia akan datang ke rumah keluarga calon istrinya, Octova. Namun, pukul 18.15 WIB, pesawat Lion Air yang ditumpanginya malah mengalami kecelakaan, tergelincir dan terjerembab saat landing. Pesawat MD 82 itu nyungsep di pekuburan di dekat kompleks bandara Adi Sumarmo Solo. Badan pesawat patah. Akibatnya 31 penumpang tewas dan 61 penumpang lainnya luka. Jefri Edison termasuk korban tewas. Dia teridentifikasi saat jenazahnya dibawa ke RS Yarsis. Berita kecelakaan yang menimpa Jefri tentu mengejutkan Octova dan keluarganya. Octova, alumnus Fakultas Hukum UNS yang saat ini bekerja di PTUN Bandung itu pun dilanda kesedihan. Maklum, impiannya untuk menikah dengan Jefri, kandas sudah. Rencana pernikahan dua sejoli ini sebenarnya sudah benar-benar matang. Undangan sudah disebar ke kerabat, kolega, dan juga tetangga. Pernikahan itu akan digelar pada 4 Desember 2004 di Hotel Quality Solo. Rencana pernikahan itu sudah di depan mata, karena hanya tinggal beberapa hari lagi. Tapi, Octova tidak perlu berlama-lama bersedih. Dia tetap tegar dan segera meluncur ke RS Yarsis pada Selasa (30/11/2004) malam, untuk melihat jenazah calon suaminya itu. Dan pukul 05.00 WIB, Octova meninggalkan Solo dan membawa jenazah calon suaminya itu menuju Yogyakarta untuk diterbangkan ke Jakarta. Dan pada pukul 05.50 WIB, Octova sambil membawa jenazah Jefri terbang dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta menuju Jakarta. Rencananya, jenazah Jefri akan disemayamkan terlebih dulu di rumah orang tuanya di komplek Hankam Slipi, Jakarta Barat. "Octova tetap tegar. Kejadian ini adalah kekuatan Tuhan, kehendak Tuhan. Mau apa lagi. Dia harus sabar dan tegar," kata Ny Yamin, salah seorang keluarga Octova saat dihubungi detikcom pukul 07.30 WIB, Rabu (1/12/2004). Keluarga Octova, kata Yamin, juga telah pasrah atas kejadian ini. Orang tua Jeferi Letkol Infanteri Wilem Mangiri juga tabah atas cobaan ini. Menurut Ny Yamin, jenazah Jefri akan disemayamkan di rumah duka di Jakarta selama sehari. Setelah itu, jenazah Jefri akan dibawa ke Tana Toraja, Sulawesi Selatan untuk dimakamkan. Kecelakaan pesawat Lion Air terjadi Selasa (30/11/2004) pukul 18.15 WIB di sekitar kompleks Bandara Adi Soemarmo. Pesawat jenis MD 82 berpenumpang 141 orang itu tergelincir saat akan mendarat dan membentur tiang bandara dan masuk ke sawah dan nyungsep ke pekuburan. Akibat kecelakaan ini, 31 orang tewas dan 61 orang luka.
(asy/)











































