DetikNews
Senin 27 Januari 2014, 06:47 WIB

Mengenang Wafatnya Jenderal Besar Soeharto 6 Tahun Silam

- detikNews
Mengenang Wafatnya Jenderal Besar Soeharto 6 Tahun Silam Reuters
Jakarta - Presiden kedua Indonesia, HM Soeharto wafat enam tahun silam tepatnya pada 27 Januari 2008. Kepergian mantan orang nomor satu yang berkuasa selama 32 tahun ini menjadi sorotan nasional maupun internasional.

Soeharto sebelumnya diberitakan kondisinya sangat-sangat kritis karena seluruh organnya sudah tidak berfungsi. Penguasa Orde Baru yang akrab disapa Pak Harto ini menghembuskan nafas terakhir pukul 13.10 WIB. Tim Dokter Kepresidenan menyatakan mantan Presiden meninggal dengan tenang.

\\"Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala kesalahannya,\\" kata Ketua Tim Dokter Kepresidenan dr Mardjo Soebaiandono, di RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta, Minggu (27\/1\/2008).

Putri pertama mantan Pak Harto, Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut meminta semua kesalahan ayahnya dimaafkan. Ia mengharapkan agar ayahnya diampuni dan diterima Allah SWT.

Tutut yang didampingi Titik dan Sigit juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendoakan dan menjenguk ayahnya di RSPP. Ia juga memohon maaf dan minta dimaklumi bila Soeharto tidak bisa menemui semua orang yang menjenguknya.

\\"Kami mohon maaaf bila dalam sakitnya, tidak semua orang dapat menemui bapak dan kami tidak dapat melayani dengan baik,\\" kata Tutut.

Upacara pemakaman digelar di Kuncup Argosari, ruang utama pemakaman Astana Giribangun, Jawa Tengah. Sekitar pukul 12.00 WIB, upacara pemakaman Pak Harto dimulai. Presiden SBY bertindak sebagai inspektur upacara (irup). Sementara jenazah Pak Harto dikelilingi oleh Kapolri, Panglima TNI dan para kepala staf. Upacara dihadiri oleh para keluarga Cendana, kerabat kraton, pejabat negara, dan para undangan.

Biodata almarhum Pak Harto dibacakan oleh Sekretaris Militer Mayjen Bambang Sutedjo. Dalam biodata itu, dibacakan penghargaan-penghargaan yang didapat jenderal besar itu.

Suasana di Cungkup Argosari tampak hening. Sementara di luar kompleks utama makam, ribuan orang menyaksikan proses pemakaman Pak Harto secara militer itu.

Jenazah Pak Harto di dalam peti berhias rangkaian bunga Melati. Saat upacara berlangsung, peti Pak Harto dipayungi oleh bendera Merah Putih.

Tepat pukul 12.15 WIB, peti jenazah Soeharto dimasukkan ke liang lahat. Sejumlah pria yang mengenakan pakaian Jawa, beskap, berusaha memasukkan peti tersebut dengan mengatur tali temali.

Setelah jasad Pak Harto dimasukkan ke liang lahat, tabur bunga dilakukan keluarga Cendana. Setelah itu pasir pun dimasukkan ke liang kubur.

Tabur bunga pertama dilakukan oleh putri sulung Pak Harto, Tutut. Kumpulan bunga warna pink dijumput Tutut dan ditaburkan ke liang lahat Pak Harto sebanyak 3 kali. 5 Putra-putri Pak Harto lainnya juga ikut menabur bunga pink maupun putih. Dilanjutkan dengan para menantu dan cucu Soeharto.

Setelah itu keluarga kembali ke barisan. Acara dilanjutkan dengan penaburan pasir dengan sekop. Setelah menabur pasir dengan sekop ke atas peti jenazah Pak Harto yang telah diselimuti bendera Merah Putih dan hamparan bunga tabur, SBY meninggalkan lokasi liang lahat.

Selanjutnya pihak keluarga menaburkan pasir dengan sekop yang dilakukan putra Soeharto, Sigit. Kemudian para petugas makam membawa karung-karung pasir dan menuangkannya ke liang lahat.




(mpr/edo)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed