Survei digelar oleh Pol-Tracking Institute pada 16-23 Desember 2013. Penelitian yang dilakukan di 33 provisi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden 1.200 dan margin error +/- 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%. Mereka menggunakan metode multi-stage random sampling dalam penarikan sampel. Responden minimal berumur 17 tahun atau yang sudah mempunyai hak pilih (berdasarkan aturan yang berlaku) pada saat survei.
Ada sejumlah kesimpulan yang didapat dari survei tersebut. Salah satunya adalah nama Jokowi yang menduduki peringkat teratas dalam top of mind masyarakat di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana bila Jokowi tak ikut maju dalam pemilihan presiden 2014? Survei menunjukkan Prabowo akan jadi pilihan nomor satu. Sementara Megawati Soekarnoputri dan Aburizal Bakrie di peringkat kedua dan ketiga dengan angka 15,26 persen dan 13 persen.
"Namun, semua kemungkinan bisa terjadi dalam skema kompetisi politik karena ada 57% pilihan publik masih mungkin berubah," tutur Hanta.
Kesimpulan lainnya adalah, para pemilih lebih cenderung menyukai calon presiden laki-laki dengan total 62 persen. Hanya 32 persen yang menyatakan laki-laki/perempuan sama saja dan 2% pemilih yang mendorong perempuan sebagai capres. Sementara persoalan suku/etnis capres tak lagi berpengaruh, karena 66 persen menilai itu tidak penting. Hanya 29% pemilih yang menyatakan masih mendukung capres dari Jawa.
(mad/mad)










































