"Jumlah korban kecelakaan berpotensi meningkat, dengan penambahan penduduk 2 persen dan pertambahan kendaraan 8 persen," kata Kapolri Jenderal Sutarman usai mengikuti acara Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas di Kawasan Bunderan HI, Jakarta, Minggu (26/1/2014).
Sutarman menjelaskan, Polri melakukan berbagai upaya untuk menekan kecelakaan lalu lintas. Langkah-langkah itu antara lain adalah membangun kerjasama dengan berbagai stakeholder, mencatat kecelaaan untuk evaluasi, perbaikan uji SIM, penyusunan modul lalu lintas dan melakukan kunjungan ke kampus dan juga kampus-kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima pilar keselamatan tersebut adalah manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan,
kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengendara yang berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca kecelakaan.
"Kita sudah melakukan tindakan preventif maupun penegakan hukum sehingga kita lihat angka kecelakaan sudah menurun walaupun masih tinggi. Seperti tahun 2013 ada 11 ribu sekian atau perharinya sekitar 70 kecelakaan. Oleh karenanya kita canangkan 5 pilar dan kita mohon pada presiden untuk mencanangkan," katanya.
Sutarman mengatkan, polisi juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk perbaikan jalan rusak. Hal ini untuk mencegah adanya kecelakaan akibat jalan rusak. "Kita berharap kecelakaan bisa turun signifikan," katanya.
Sementara itu, Kakorlantas Irjen Pudji Hartanto mengatkaan Polri akan meningkatkan kualitas pemohon SIM. Dia berharap para pemohon SIM bisa mengikuti aturan yang ada, bukannya mencari jalan singkat.
"Peningkatan mekanisme diharapkan bisa menekan angka kecelakaan," katanya.
Pudji mengatakan, program ini akan dilakukan terus-menerus sehingga bisa menjadi budaya di masyarakat. "Kita berharap masyarakat bisa berubah dari yang tidak baik menjadi baik," katanya.
(nal/mad)











































