Informasi yang dihimpun, saat kejadian korban sedang tertidur di dalam kamarnya. Tiba-tiba, talud (pondasi) rumah keluarga Aer-Makasala setinggi 5 meter, ambruk. Reruntuhan talud langsung menerpa rumah korban di depannya. Tidak ada saksi yang melihat kejadian itu karena sedang hujan lebat.
Warga baru mengetahui setelah melihat rumah korban sudah ikut ambruk. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 19.00 WITA. Mengetahui ada korban, warga langsung melakukan pencarian dengan menyingkirkan reruntuhan talud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Maximilian Tapada mengatakan akan menanggung seluruh keperluan korban seperti peti jenazah, pakaian hingga pemakaman nanti.
"Perintah pak walikota semua biaya yang diperlukan korban akan ditanggung pemerintah kota," tandasnya.
Longsor juga terjadi di Kelurahan Paal Dua Lingkungan I Kecamatan Paal Dua. 3 rumah dan 1 masjid terkena longsoran. Belum diketahui adanya korban yang ikut tertimbun.
Sementara di Kelurahan Kombos Timur Kecamatan Singkil, sebuah pohon peneduh di Jalan Arie Lasut, tumbang dan menutup jalan. Arus lalulintas sempat macet, sampai kepolisian, Basarnas dan warga menyingkirkan pohon dengan menggunakan mesin chainsaw.
(ahy/ahy)











































