Sekitar 150 orang korban longsor di Kampung Trangkil Baru, Gunungpati, Semarang masih mengungsi di empat tenda milik TNI dan Polisi. Ketua PMI, Jusuf Kalla mengimbau agar warga yang tinggal di sana nantinya direlokasi ke tempat lain karena lokasi tempat tinggalnya merupakan daerah resapan.
"Ini daerah resapan dan mungkin ini teguran dari Tuhan karena salah lokasi. Ini harus direlokasi," kata JK saat meninjau lokasi pengungsian di Kampung Trangkil, Sabtu (25/1/2014).
Ia pun menghimbau kepada pemerintah kota Semarang agar tegas dalam memberi perijinan membangun tempat tinggal. "Ini butuh ketegasan dari pemerintah kota," tegas Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2009 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Trangkil yang kena longsor rencananya akan relokasi ke Rusunawa. Ini masih diinfrantisir," ujarnya.
Diketahui hari Kamis lalu (23/1) 25 rumah ambles dan total ada 43 rumah yang mengalami kerusakan akibat tanah yang bergerak dan longsor di sana. Bambang Pramusinto selaku Kepala Camat Gunungpati, Semarang mengatakan dari 43 rumah ada 32 rumah yang mengalami rusak paling parah.
"Untuk bantuan logistik bagi pengungsi sudah ada, air bersih alhamdulillah di sini juga ada sumbernya. Yang masih kurang itu kebutuhan ibu-ibu dan anak-anak," tandasnya.
Terkait kesehatan, ia akan memindahkan warganya yang mengungsi setelah dua minggu berada di pengungsian. Hal itu dilakukan untuk mencegah datangnya penyakit di dalam pengungsian.
"Setelah itu rencananya akan dibangunkan barak dari kayu dan triplek. Kebetulan ada warga yang bersedia tanahnya digunakan untuk membangun barak," ujarnya.
(alg/ahy)










































