Peristiwa ini terjadi di GOR Universitas Islam Indonesia (UII) di Jl Kaliurang Km 14,5 Sleman, Yogyakarta, Sabtu (25/1/2014). Pertandingan yang digelar adalah Liga Mahasiswa (LIMA) play off conference Yogya-Jawa Tengah.
Tim yang bertanding adalah tim putra Universitas Gadjah Mada (UGM) melawan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ludang, ratusan penonton dan suporter yang berada di tribun berlarian ke arah pintu keluar sambil berteriak 'gempa, gempa'. Setelah itu panitia dan petugas meja juga berlari keluar.
"Setelah ada yang teriak gempa baru sadar ada gempa," kata Ludang.
Dian menambahkan para pemain juga baru menyadari ada gempa juga ikut panik dan berlari keluar. Wasit Sedyo kemudian langsung meniup peluit tanda 'time out' dan ikut keluar bersama.
"Kami bertiga juga ikut keluar gedung," kata Dian.
Hal senada juga diungkapkan wasit yang tidak bertugas, Dion. Saat itu dia berada di tribun penonton.
"Saya melihat alat pengeras suara bergoyang dan lampu GOR juga bergoyang kencang. Saya dan penonton langsung ikut lari keluar gedung," katanya.
Menurutnya setelah tenang semua kembali masuk GOR dan pertandingan dilanjutkan.
(bgk/van)











































