Duka Menyelimuti Muktamar NU

Duka Menyelimuti Muktamar NU

- detikNews
Rabu, 01 Des 2004 03:09 WIB
Solo - Suasana duka terasa menyelimuti suasana Muktamar ke-31 NU di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Rabu (1/12/2004). Kecelakaan pesawat Lion Air MD-82 di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Selasa (29/11/2004) pukul 18.15 WIB ternyata membawa sejumlah warga NU yang hendak mengikuti Muktamar. Dua korban tewas diketahui sebagai tokoh NU. Ketua Komisi VIII DPR RI, KH Yusuf Muhammad atau yang akrab disapa Gus Yus dipastikan menjadi salah satu dari 31 korban tewas dalam musibah itu. Seorang korban lainnya mantan pengurus PWNU DKI Abdul Syukur. Jenazah Gus Yus tiba di RS Yarsis Solo bersama 3 jenazah lainnya yang tiba belakangan. Kemungkinan, keempat jenazah itu adalah korban yang sempat sulit dievakuasi karena terjepit badan pesawat yang patah. Jenazah Gus Yus tiba di RS Yarsis hanya sekitar 1 menit lebih awal dari kedatangan Gus Dur di rumah sakit yang hendak menjenguk para korban. Saat Hasyim Muzadi menjenguk para korban di rumah sakit yang sama, jenazah Gus Yus belum tiba. Begitu mendengar Gus Yus menjadi korban, Hasyim kembali ke rumah sakit itu. Saat ini, jenazah Gus Yus sudah dibawa ke RSUD Dr Moewardi untuk dimandikan. Sejumlah peserta muktamar juga menyempatkan diri untuk menjenguk jenazah almarhum. "Gus Yus salah seorang putra terbaik NU. Kami sangat kaget mendengar kabar bahwa beliau telah pergi untuk selamanya dengan jalan tragis seperti ini," ujar Ketua Rabitah Ma'ahid Al-Islamiyah (Asosiasi Pesantren NU) Jawa Tengah KH Zaim Achmad Ma'shum. Selain kedua korban meninggal dunia itu beberapa warga NU yang juga menjadi penumpang pesawat mengalami luka sehingga harus mendapat perawatan. Salah satunya Wakil Rois Syuriah PWNU Sumbar Prof Dr Haidir Harun yang juga rektor IAIN Imam Bonjol Padang. Ia bersama istrinya, Rusneli, saat ini dirawat di RS TNI AU. Beberapa korban lainnya mengalami luka ringan. Mereka diantaranya adalah Elyana, menantu Ketua PBNU Achmad Bagja, serta Ketua PWNU Riau Badar Ali Madjid beserta istrinya. Sedangkan istri Ketua PBNU Andi Djamaro Dulung yang juga menjadi penumpang pesawat itu, selamat dan tidak mengalami cidera. Kepergian para tokohnya yang terasa mendadak itu, sedikit banyak mempengaruhi jalannya muktamar. Bahkan sejumlah kegiatan sempat diskors beberapa waktu untuk memanjatkan doa dan memberi penghormatan kepada almarhum ketika kabar duka itu sampai di arena muktamar. Usai semua acara para muktamirin terlihat bergerombol di beberapa sudut lokasi Muktamar dengan membicarakan peristiwa tragis itu. Setidaknya, peristiwa itu sedikit mengendorkan 'syaraf' mereka yang selama muktamar diwarnai ketegangan serius seiring pertentangan terbuka kubu Gus Dur dengan kubu Hasyim Muzadi. Sehari sebelumnya, Senin Sore, warga NU juga kehilangan salah satu tokoh spiritualnya. KH M Luthfil Hakim Muslich dari Ponpes Futuhiyah, Mragen, Demak, wafat meninggalkan para pengikutnya. Almarhum adalah Mundzir Aam Thariqah Mu'tabarah An-Nahdliyah. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads