Agung Usulkan Persyaratan Ketum Golkar Diperlonggar

Agung Usulkan Persyaratan Ketum Golkar Diperlonggar

- detikNews
Rabu, 01 Des 2004 02:09 WIB
Jakarta - Ketua Umum Kosgoro 1957 Agung Laksono mengusulkan agar persyaratan untuk menjadi calon ketum Partai Golkar diperlonggar. Sebelumnya, untuk menjadi ketum harus memiliki jenjang karir di partai. "Syarat untuk jadi ketum jangan terlalu ketat. Maksudnya, untuk jadi ketum harus memiliki jenjangkarir di partai dalam artian pernah duduk dalam kepengurusan, dan sedang dicari rumusan untukmemperlonggar aturan ini," usai acara Sarasehan Hasta Karya, di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (30/11/2004). Ia menginginkan persyaratan untuk menjadi ketum dikembalikan kepada ketentuan pasal 12 ARTPartai golkar. Selain itu, ia berharap Munas Golkar berlangsung demokratis, lancar dan tidak menimbulkan perpecahan. Disinggung kehadiran Wiranto, kata Agung, mantan capres dari Partai Golkar itu memilikihubungan historis dengan ormas-ormas Partai Beringin. "Beliau diundang datang. Jadi biasa-biasa saja nggak ada yang aneh dengan kehadiran beliau. Beliau mengatakan bahwa dirinya datang bukan sebagai salah satu bakal calon ketum tetapi sebagai ketua umum Kosgoro 1957," katanya.Di tempat yang sama, Wiranto membenarkan bahwa kehadiran dirinya untuk memenuhi undangan Hasta Karya. "Saya hanya memenuhi undangan dari Hasta Karya karena merasa bahwa ada semangat dan kepedulian yang sama untuk membangun Golkar menjadi lebih baik lagi," ungkapnya. Wiranto juga membantah dirinya dicalonkan oleh Hasta Karya. "Acara ini belum membicarakan pencalonan, saya tidak mengharapkan adanya proses pencalonan, karena justru proses pencalonan ini akan melemahkan proses pembaruan," lanjutnya.Akbar Berpeluang Pengamat Politik LIPI Indria Samego menilai Akbar Tandjung masih berpeluang untuk terpilih kembali menjadi ketum Partai Golkar periode 2004-2009. "Akbar memiliki harapan untuk tetap establish di situ dan dia sudah sangat paham dengan kondisi di Golkar," jelasnya.Indria Samego mengaku senang dengan adanya regenerasi di tubuh Golkar. "Sudah banyak generasi muda Golkar yang menerobos ke jajaran elit golkar. Tetapi mereka terlalu enjoy dengan kekuasaan, jadi lupa untuk memperbarui dan yang teriak mengenai perubahan ini adalah yang berada di luar kekuasaan," paparnya. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads