Masyarakat Tionghoa Dambakan Sosok Presiden Payung Multikultural

Jelang Pemilu 2014

Masyarakat Tionghoa Dambakan Sosok Presiden Payung Multikultural

Indah Mutiara Kami - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2014 11:20 WIB
Masyarakat Tionghoa Dambakan Sosok Presiden Payung Multikultural
Jakarta - Masyarakat Tionghoa mengharapkan pemimpin yang dapat menjadi payung masyarakat multikultural. Calon dengan etnis sama bukan berarti akan langsung dipilih oleh warga Tionghoa.

Hal tersebut diungkapkan dalam Seminar "Memilih Presiden yang Peduli terhadap Pluralisme" yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Tionghoa (FORMAT) dan Alumni Fisip UI'78. Seminar ini berlangsung di Gedung Candra Naya, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1/2014).

"Masyarakat Tionghoa tidak homogen, orang Tionghoa bukan berarti langsung memilih Tionghoa. Yang menyatukan kita bukan karena agama atau etnis yang sama tapi karena memiliki cita-cita yang sama," kata mantan anggota DPR dari Fraksi PAN Alvin Lie yang menjadi pembicara.

Alvin mengingatkan kepada para pemilih, termasuk masyarakat Tionghoa, agar tidak memilih presiden hanya berdasarkan citra semata. Pemilih harus cerdas dalam menilik program dan pengaturan anggaran yang ditawarkan para capres.

Ketua Forum Masyarakat Tionghoa Idris Sutarji mengajak semua warga Tionghoa untuk menggunakan hak pilihnya.

"Satu suara sangat berarti, kami mencari pemimpin yang bisa menjadi payung masyarakat multikultur," kata Idris dalam Bahasa Mandarin yang kemudian diterjemahkan.

Seminar ini juga dihadiri oleh budayawan Jaya Suprana, caleg PDI-P Charles Honoris, pakar social media dari Political Wave Sonny Subrata, dan wartawan senior Budiarto Shambazy.

(van/van)


Berita Terkait