Partai Golkar gencar melakukan serangan udara untuk Aburizal Bakrie yang elektabilitasnya di survei internal diklaim sudah masuk dua besar di bawah Jokowi. Sementara PDIP mulai juga semakin gencar iklan dengan menampilkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan putrinya Puan Maharani.
Partai Gerindra juga terus beriklan dengan Prabowo-nya. Gerindra memang terus menyuarakan pencapresan Prabowo. Meski di survei terkini elektabilitas Prabowo juga semakin jauh ditinggalkan Jokowi yang belum serangan udara secara masif karena pencapresannya juga belum jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PAN yang menampilkan visi misi Ketum PAN Hatta Rajasa yang juga menatap Pilpres 2014, diakhiri dengan jingle dangdut 'PAN delapan delapan...". Iklan ini semakin sering muncul di berbagai televisi.
Selain PAN ada juga PKS yang memulai iklan di televisi dengan tema dangdut. PKS mengambil teman keluarga yang tak tertarik memilih di Pileg 2014 karena partai hanya omong doang. Iklan yang sangat pendek tersebut diakhiri dengan jingle dangdut "PKS...PKS...PKS"
Sebenarnya ada juga yang lebih dangdut yakni PKB. Di mana PKB terang-terangan mendukung pencapresan Raja Dangdut Rhoma Irama. Lalu apakah dangdut akan jadi senjata ampuh partai-partai kecil dan menengah ini?
(van/nwk)











































