Penyebab Musibah Lion Air Masih Diselidiki
Rabu, 01 Des 2004 00:24 WIB
Jakarta - Pesawat Lion Air berjenis MD-82 tergelincir di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Selasa (30/11/2004) pukul 18.15 WIB. Penyebab musibah itu masih dalam penyelidikan Komite Kecelakaan Nasional Transportasi (KKNT).Demikian diungkapkan Manager Public Relation Lion Air Hasyim Al Habsi ketika dihubungi detikcom, Rabu (1/12/2004). "Kita belum tahu. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan," ujar Hasyim.Dikatakan Hasyim, pesawat bernomor penerbangan JT 538 berangkat dari Jakarta dengan tujuan Solo. Jumlah penumpang 141 orang. Hingga kini data yang diterima Hasyim, jumlah sementara korban tewas sebanyak 23 orang. Sedangkan 61 orang lainnya mengalami luka-luka. Sementara, Ketua PWNU Riau Badar Ali yang menjadi salah seorang penumpang mengatakan saat landing pesawat seperti tidak dapat dihentikan. "Pesawat berangkat dari Jakarta pada pukul 18.00 WIB sore. Cuaca pada saat itu memang sudah buruk, hujan besar dan banyak petir," katanya. Menurut Badar, ketika berada di udara, kondiasi pesawat mulai goyang. Badar yang duduk di kursi nomor 26A bersama istrinya mengaku mendengar suara ledakan. "Ternyata pesawat patah dan ada lubang besar di tengah," katanya. Selanjutnya, kata Badar, dirinya berusaha mencari jalan keluar karena hidungnya mencium bau asap dari aftur. Situasi di dalam pesawat kalang kabut. Ia memperkirakan jumlah korban tewas paling banyak berada di depan atau di belakang pilot.
(rif/)











































