Mulai dari makanan dan minuman, sampai ke pakaian dalam sudah agak mencukupi. Ada satu kebutuhan lagi yang belum terdeteksi untuk pengungsi yang merupakan pasangan suami istri.
"Sebenarnya kita sudah sediakan dua bilik asmara bagi para pengungsi di beberapa pengungsian. Tapi mungkin mereka malu atau gimana sehingga tak memakai itu," ujar Kordinator Tagana Langkat M Ahyar di Posko Dapur Umum Dinsos Sumut, Jl Veteran, Kabanjahe, Sumatera Utara, Jumat (24/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengungsian yang penuh sesak sekalipun dapat menjadi tempat melahirkan. Berbeda dengan nasib bilik asmara yang belum digunakan.
"Tak terpikirlah aku untuk seperti itu. Lagipula pengungsian kami kan tempat ibadah, sebagian besar pengungsian itu tempat ibadah. Ada Masjid, ada Gereja, tak mungkin dipakai seperti itu," kata Heltinus Sembiring di Posko Pengungsian Masjid Agung, Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara.
Jumlah pengungsi di Masjid Agung ada 750 orang. Tiap-tiap keluarga diberi petak sebesar 2x3 meter persegi. Ada pula Posko Kesehatan yang lengkap dengan berbagai obat-obatan.
"Memang itu (bilik asmara) kebutuhan pasangan suami istri. Walaupun sudah lebih tiga bulan, itu tak terpikir oleh kami. Yang kami pikir adalah bagaimana kami tinggal nantinya," ujar pengungsi lainnya, Dapat Plawi.
(bpn/jor)











































