Adalah Suparjo Sitepu (32) suami dari Mastarina Br Ginting (24) yang hamil sembilan bulan. Suparjo sedang bermain catur dengan temannya di Masjid Agung, Kabanjahe, Sumatera Utara, Jumat (24/1/2014) sambil membicarakan apa yang akan mereka lakukan.
"Macam mana nasib kita sudah tiga bulan lebih di pengungsian? Istriku hamil pula sembilan bulan. Sudah hampir melahirkan pula," kata Suparjo.
"Ah tak tahu lah aku, mana kebun kita rusak semua. Macam mana nanti ya?" jawab teman Suparjo yang bernama Dapat Plawi (45).
Anak laki-laki yang sedari tadi dipangku Suparjo merengek. Agaknya anak berumur 4,5 tahun itu bosan di pengungsian.
"Sabar nak, sabar. Ini makan dulu," kata Suparjo menenangkan.
"Iya, aku baru saja naik lihat rumah. Setiap hari dilihat pun sama, sudah hancur. Wortel di kebun juga gosong semua. Tambah lagi anaku ini si Muhammad Imanda sebentar lagi harus masuk PAUD. Mana ada PAUD di pengungsian?" tutur Suparjo kemudian.
Plawi sedikit menghisap rokoknya, dia pun berkata, "Semoga ya Pak SBY sama Menteri Sosial dan lainnya tadi ke sini membawa perubahan buat kita. Tak mau lah aku seperti ini terus. Kau gimana? Mau tak kau direlokasi?"
"Mau, mau sekali aku. Rumah kita itu 3,5 km dari puncak Sinabung. Sudah hancur semua. Kalau tak direlokasi akan apa kita? Aku pun harus memikirkan istriku nanti sebentar lagi melahirkan," tanggap Suparjo.
Saat itu masih awal sore hari. Masih terlalu dini untuk bersantai. Tapi begitulah nasib para pengungsi yang mata pencahariannya ikut raib diterjang erupsi.
Sorot mata Sutarjo nampak sedang memikirkan banyak hal. Sebentar lagi anggota keluarganya akan bertambah.
(bag/jor)











































