Dari data BPBD, 7 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Welahan, Kedung, Kalinyamatan, Pecangaan, Nalumsari, Mayong, dan Tahunan. Dari 7 kecamatan itu terdata 72 ribu rumah tergenang, 1.500 rumah terendam air lebih dari 1 meter, dan 800 rumah tenggelam.
Menanggapi hal itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta agar sistem tanggap darurat bisa lebih diperbaiki untuk melakukan evakuasi ataupun memberikan bantuan. Karena Ganjar sempat mengetahui ada warga Welahan yang belum menerima bantuan saat dia meninjau posko di kantor Kecamatan Welahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam tinjauannya ke Welahan, Ganjar menyempatkan datang ke pengungsian di SMPN 1 Welahan. Pengungsi yang bejumlah 300-an orang di sana mulai terserang penyakit gatal-gatal dan flu.
"Ini mulai gatal-gatal, rumah saya terendam sampai atap. Ada bantuan pakaian tapi tetap saja penyakit mulai berdatangan," ujar salah satu pengungsi, Julaihah (40).
Ganjar menambahkan, meskipun logistik sudah dipenuhi, namun jika sudah empat hari di pengungsian, maka masalah kesehatan harus diperhatikan.
"Ini sudah ada posko-posko kesehatan. Memang jika sudah empat hari di pengungsian, kesehatan mulai diperhatikan," tandas Ganjar.
Hingga saat ini, Kecamatan Welahan menjadi salah satu daerah terparah akibat banjir yang melanda sejak Selasa malam. Bahkan jalan raya Welahan hingga kini masih digenangi air berarus dan menyebabkan kendaraan besar mengular untuk menunggu giliran jalan.
Banjir di Jepara disebabkan oleh limpahan air dari beberapa sungai yang menyebabkan sejumlah tanggul jebol. Belum lagi adanya air pasang di laut yang menyebabkan aliran air tidak lancar.
(alg/jor)










































