"Bincang hangat mengalir dengan penuh keakraban. Mulai dari sejarah kesultanan hingga hubungannya dengan kerajaan yang berada di Malaysia. Tak hanya itu, obrolan juga menyinggung soal konvensi capres hingga situasi perpolitikan," ujar Hayono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/1/2014).
Kunjungan dia ke Palembang dalam rangka acara debat konvensi Capres PD yang akan berlangsung di Palembang pada tanggal 24 dan 25 Januari. Selain membicarakan konvensi, pertemuan tersebut juga membahas masalah budaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, budaya di Sumsel harus diperkuat dan jangan diperlemah. Sebab, kata dia, peran kesultanan sangat penting.
"Saya ingin Istana Benteng Kuto Besak bisa dikembalikan ke kesultanan," pintanya. Tanpa kesultanan tidak pernah ada Indonesia," tuturnya.
Adu visi dan misi 11 peserta Konvensi Partai Demokrat di Palembang ini digelar dalam dua hari ini. Hari pertama, diikuti Dahlan Iskan, Pramono Edhie Wibowo, Irman Gusman, Ali Masykur Musa, Gita Wirjawan, dan Hayono Isman. Sedangkan pada hari kedua, Sabtu (25/1), giliran Marzuki Alie, Anies Baswedan, Dino Pati Djalal, Sinyo Haris Sarundajang, dan Endriartono Sutarto yang beradu visi.
(rvk/jor)











































