Kapolsek Penjaringan AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Kemungkinan besar, Sulaeman menjadi salah satu korban banjir.
"Kita belum bisa pastikan penyebab kematiannya, tetapi tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Bisa saja (korban banjir), mungkin terpeleset lalu jatuh ke sungai," kata Suyudi saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (24/1/2014).
Mayat tersebut ditemukan pada pukul 08.30 WIB pagi tadi, oleh seorang pemulung bernama Jaya (20). Awalnya, Jaya yang sedang mengais sampah di pinggir kali, melihat sesosok mayat mengapung di air kali dengan posisi terlungkup.
"Kemudian oleh saksi mayat tersebut ditarik ke pinggir kali," katanya.
Pada mayat korban ditemukan KTP atas nama Sulaeman, kelahiran Jakarta 27 Desember 1953, beralamat di Jl Manggarai Selatan I RT 009/010 Kelurahan Manggarai Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke warga setempat dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Penjaringan. Polisi yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi korban ke RSCM.
Mayat tersebut diduga sudah 2 hari tenggelam. Diduga, mayat tersebut tenggelam di wilayah lain.
(mei/jor)











































