Ini Keterangan Dokter RS Kedoya Soal Korban Kompresor Meledak

Ini Keterangan Dokter RS Kedoya Soal Korban Kompresor Meledak

- detikNews
Jumat, 24 Jan 2014 22:39 WIB
Jakarta - Kaki kiri Andar Sukandar harus diamputasi akibat ledakan yang ditimbulkan dari kompresor gas tambal ban miliknya. Berikut keterangan dokter RS Kedoya mengenai keadaan Andar.

Dr. Sjarif Darmawan Sp.B Spesialis Bedah RS Graha Kedoya menjelaskan kondisi kaki Andar rusak parah di bagian kiri, sehingga harus dilakukan tindakan amputasi. Karena seluruh jaringan tulang dan soft tissue (jaringan lunak) sudah rusak, 7/8 bagian dari lutut ke bawah rusak. Jadi hanya ditopang dengan daging lutut belakang.

"Sedangkan paha kiri atas terjadi Fraktur Femur (patah tulang paha kiri atas), sehingga tindakan amputasi yang dilakukan mulai dari kaki kiri, betis hingga 1/3 bagian paha kiri. Untuk bagian kanan, tulang paha kanan bengkok ke depan, dan pasti ada patah cuma belum di rontgen. Sejauh ini betis kanan aman. Namun belum dipastikan karena belum dilakukan rontgen," jelas Sjarif saat berbincang dengan detikcom, Jumat (24/1/2014).

Sjarif mengatakan, pihak rumah sakit sudah memberikan pengobatan yang terbaik buat korban dengan memberikan tindakan awal dengan memberhentikan pendarahan dan mencuci luka. Dan belum diketahui apakah keadaan kaki kananya akan baik-baik saja atau harus dilakukan tindakan lagi.

"Masih ada kemungkinan lain dalam melihat perkembangan korban 2-3 hari ke depan. Nanti akan dioperasi lagi untuk pasang plate nailing (logam) dan screw untuk menopang paha kirinya. Untuk bagian kepala terjadi luka robek, dijahit beberapa titik dengan panjang jahitan Antara 3-4 cm," ujar Sjarif.

Sjarif mengatakan, untuk kemungkinan geger otak belum dideteksi, masih akan menyusul CT Scan bagian kepala. Bagian perut lecet, namun tidak terdapat akut abdomen. Akan tetapi untuk lebih meyakinkan nanti akan di USG Abdomen untuk bagian perut.

"Kalau disimpulkan kerusakan anatomi tubuhnya disebut multiple trauma. Pasien mengalami blast injury atau trauma akibat ledakan kompressor dan benturan," jelasnya.

Sjarif menambahkan, segala tindakan yang akan dilakukan kepada korban pihak rumah sakit harus menunggu kondisi pasien stabil, karena saat dioperasi pasien kehabisan banyak darah. Apabila sudah stabil baru diproses lagi tindakan selanjutnya.

"Namun Bisa saja terjadi pemburukan jika ada sumber pendarahan lain. Apabila dalam perawatan ada ketidakstabilan atau pendarahan dari perut atau paha yang belum dioperasi, maka akan dilakukan tindakan medis kedua. Sekarang kondisinya masih kritis, ada kemungkinan pasien belum mampu melewati masa kritis pada 2 hari ini. Namun kita akan membantu semaksimal mungkin," imbuh Sjarif.

(spt/jor)


Berita Terkait