Hasyim Kunjungi RS Korban Musibah Lion Air
Selasa, 30 Nov 2004 22:10 WIB
Solo -
Ketua PBNU Hasyim Muzadi mengunjungi korban musibah Pesawat Lion Air jenis MD-82 di Rumah Sakit YARSIS. Korban pertama yang dikunjunginya adalah Ketua Pimpinan Cabang NU Bengkalis Chaeruddin Noor. Setelah itu, ia mengunjungi menantu dari ketua Panitia Muktamar NU Drs Ahmad Bagja, Eriana. Sebelum mengunjungi RS, Hasyim mengunjungi RS AURI. "Kita semua membaca doa Al-Fatihah. Saya akan melihat satu persatu korban, karena aktifis dan ulama NU ada di pesawat itu," ujarnya di RS YARSIS, Solo, Selasa (30/11/2004).Untuk diketahui, pesawat Lion Air jurusan Jakarta - Surabaya dengan nomor penerbangan JT 538 yang melakukan transit di Solo tergelincir dan masuk ke sawah di bandara Adi Sumarno, Solo, Jawa Tengah, Selasa (30/11/2004) pukul 18.15 WIB. Beberapa penumpang dikabarkan luka-luka, tapi belum diketahui jumlah korbannya.Situasi di Bandara Adi Sumarno Solo, malam ini diwarnai ketegangan. Banyak para penjemput yang belum bertemu dengan keluarga. bahkan beberapa orang tampak menjerit menangis karena tak menemukan keluarganya.Haji Bakar Ali, Ketua Tanfidziah PWNU Riau yang menjadi penumpang menuturkan kepada detikcom, pesawat sebetulnya sudah mendarat dengan mulus. Namun sampai menjelang landasan pacu habis, pesawat jenis MD 82 itu terus melaju kencang, dan akhirnya menabrak dinding dan nyebur ke sawah."Saat itu saya melihat asap dalam pesawat, terus saya memecah kaca jendela. Penumpang yang lain banyak yang mengikuti. Terus saya melompat ke sawah," tutur Bakar Ali.Penumpang lain bernama Ely melihat bagian pesawat bagian bawah retak akibat terperosok. "Pokoknya ngeri. Banyak orang menjerit," tambahnya.Salah seorang kru Lion Air mengatakan penumpang diperkirakan berjumlah 146 orang. "Beberapa orang yang mengalami luka serius telah dibawa ke RS Yarsi," tambahnya.Istri Ketua PBNU Andi Djamaro juga ada dalam pesawat tersebut menuturkan, ketika pesawat Lion jenis MD 82 itu akhirnya berhenti, semua penumpang yang selamat buru buru keluar melalui pintu darurat tengah. Ia sendiri juga meloncat ke sawah. "Kita semua langsung turun lewat sayap. Ya hanya luka ringan kena goresan. Kemudian berjalan kaki 50 meter ke bandara. Kami kuatir pesawat akan meledak," katanya.
(rif/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































