"Dia (Jokowi) politisi Indonesia pertama yang kami ikuti. Alasannya karena dia punya gaya yang berbeda dalam memimpin," kata Steven yang menjadi koordinator jurnalis asal Perancis ini pada wartawan di sela-sela blusukan Jokowi di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2014).
Steven membawa 5 orang kru untuk mengikuti keseharian Jokowi sepanjang hari. Mulai dari bersepeda dari rumah dinas Jokowi di Jalan Taman Suropati hingga blusukan ke perkampungan warga di Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami banyak membaca artikel tentan dia tapi kami juga ingin mengangkat sisi sosial dan budaya Indonesia khususnya Jakarta dibawah kepemimpinannya," sambung Steven.
Keenam jurnalis ini ikut merasakan blusukan ala Jokowi yang selalu dikerumi warga bila datang menyapa seperti di perkampungan bantaran kali Ciliwung, Kwitang, Jakarta Pusat. Media ini juga turut masuk ke gang sempit meliput Jokowi shalat Jumat di salah satu mesjid di Jalan Tambak Jakarta Pusat. Mereka terlihat agak kewalahan mengikuti gaya blusukan Jokowi.
Begitupun saat mengikuti peluncuran APRB di halte Slipi Petamburan, salah satu kameramennya nampak pasrah harus bercucuran keringat dan berdesak-desakan dalam bus selama perjalanan.
Menurut Steven, Jokowi mengantarnya untuk pertama kali mengunjungi pemukiman padat penduduk di Jakarta. Dengan gamblang Jokowi menjelaskan padanya bahwa Jakarta masih memiliki ratusan ribu pemukiman kumuh di bantaran kalinya.
"Ini baru pertama kalinya kami ke perkampungan warga, Dia orang baik dan politikus yang populer di Indonesia. Dia mempersiapkan dengan baik segala program-programnya," pungkasnya.
Rencananya mereka akan tinggal di Jakarta selama seminggu. Namun, mereka hanya mengikuti Jokowi untuk hari ini saja. Selanjutnya, rombongan ini akan menemui menteri pariwisata dan kebudayaan RI.
(/)











































