Penderita HIV/AIDS di Surabaya Cenderung Meningkat

Penderita HIV/AIDS di Surabaya Cenderung Meningkat

- detikNews
Selasa, 30 Nov 2004 19:33 WIB
Surabaya - Penderita HIV/AIDS di Surabaya mengalami peningkatan yang cukup tajam. Khusus yang terjangkit AIDS, hingga Juli 2004 mencapai 74 orang. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia hingga November 2004, jumlah korban meninggal dunia 20 orang. Jumlah penderita HIV positif mencapai 84 orang. Data Dinas Kesehatan Surabaya menyebutkan tahun 2000 HIV positif 17 orang, 2001 (46), 2002 (44), 2003 (99) dan hingga Juli 2004 (15). Sementara, data dari Balai Laboratoriun Kesehatan (BLK) angkanya berbeda yakni penderita HIV positif 2000 27 orang, 2001 (64), 2002 (68), 2003 (81) dan 2004 (84). Sedangkan data dinkes untuk penderita AIDS tahun 2000 (9), 2001 (15), 2002 (41), 2003 (49) dan Juli 2004 (74). "Jadi jumlah penderita HIV/AIDS di Surabaya memang cenderung meningkat. Di Jatim Surabaya tertinggi," ujar Kasubdin Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Surabaya Esti Martiana Rahmi di kantornya, Jl. Jemur Sari, Surabaya, Selasa (30/11/2004). Esti mengakui ada perbedaan data jumlah HIV positif dari dinkes dan BLKI. Menurut Esti, data BLK adalah mereka yang datang langsung dengan kesadaran masing-masing. "Jadi agak sulit untuk dideteksi sehingga sebetulnya kita akan mudah jika kita tahu mereka dan kita bisa mengintervensi mencegah penyebaran. Selama ini mereka menyembunyikan diri karena masih ada stigma yang menganggap negatif dalam memamndang penderita HIV positif. Itulah kendala kita dalam melakukan upaya pencegahan," paparnya. Dikatakan Esti, data dinkes itu tidak mencerminkan kondisi di nmasarakat karena di jumlahnya di masyarakat jauh lebih banyak. "Ini bukan berarti program tidak jalan. Penyuluhan tetap dilakukan, termasuk pengobatan," katanya. Ia menambahkan, anggaran untuk membantu penderita HIV/AIDS yang tidak mampu tahun ini Rp 300 juta. Angka itu lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 100 juta. (rif/)


Berita Terkait