Anggota Sabhara Baharkam Polri itu tidak pernah menyangka akan ditembak kawanan perampok. Apalagi sebelum tiba di tempat cuci motor itu, ia tidak pernah merasa curiga telah dibuntuti 4 kawanan pelaku yang berboncengan dengan 2 motor, ketika keluar dari mulut gang rumahnya. Jarak dari rumah ke tempat cuci motornya hanya 500 meter.
"Saya nggak sadar diikuti. Mungkin pas keluar dari gang rumah, mereka baru bisa ngikutin saya. Soalnya rumah saya di dalam gang," kata Briptu Ruslan, Jumat (24/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Sukur) langsung merampas motor saya, lalu saya mencoba mempertahankannya," katanya.
Dengan modal kemampuan bela diri yang diterapkan selama pelatihan selama ia menjadi anggota polisi, Ruslan berduel dan berharap bisa mengalahkan pelaku. Namun peluru mengalahkannya dengan cepat.
"Saya tertembak di bagian paha. Sampai sekarang suka ngilu," imbuhnya.
Sebutir peluru menembus pahanya. Setelah mendapatkan sebutir peluru, Ruslan pun roboh. Namun, dalam keadaan kesakitan, Ruslan masih bisa berpikir sehat.
"Yang saya ingat begitu tertembak itu saya nyari handphone sama tambang," ucapnya.
Ruslan langsung merogoh telepon genggamnya saat itu untuk menghubungi kakaknya bahwa ia tertembak. Sementara tambang, ia gunakan untuk mengikat pahanya.
"Supaya tidak terjadi pendarahan," pungkasnya.
Warga yang tengah berada di tempat cuci motor itu kemudian membantu mengevakuasi Ruslan ke rumah sakit. Ruslan diangkut sebuah angkutan umum ke Rumah Sakit Medistra Depok dan selanjutnya dirujuk ke RS Polri.
Tiga pelaku pencurian motor yang menembak Ruslan ini akhirnya dibekuk. Dua dari tiga pelaku yang dibekuk adalah perampok minimarket di Depok dan Bekasi, ditangkap pada Desember 2013 lalu. Sementara satu orang lainnya dibekuk di Sukabumi, pada pekan lalu.
(mei/rmd)











































