Seperti yang terjadi pada pembukaan Rakornas I Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) di Aula DPP Golkar, Jl. Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (24/1/2014). Kedatangan Ical disambut dengan penampilan Rampak Dol dari Provinsi Bengkulu. Warna kostum para pemain rampak ternyata punya makna tersendiri untuknya.
"Tadi penampilan Rampak Dol, seragamnya merah, kuning, putih, hijau. Apa itu pertanda koalisi di 2014? Saya nggak tahu ini Pak Rully (Ketua Panitia Acara -red) atau Pak Cicip (Ketua BKPP Pusat -red) ya yang atur," kata Ical sambil tertawa lepas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lobi-lobi tingkat 'dewa' sudah pernah dilakukan Golkar untuk merebut hati Jokowi. Namun mereka sadar bahwa nasib Jokowi masih digantung Megawati hingga sekarang.
"Ya yakin (duet Ical-Jokowi menang di 2014). Sekarang kita berusaha meyakinkan Jokowi bahwa pilihan terbaik untuk bangsa ini adalah menduetkan Jokowi dengan Pak Ical," kata Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo saat dikonfirmasi, Minggu (21/7/2013).
Putih identik dengan Partai Keadilan Sejahtera. Ical sendiri sudah bertemu dengan Presiden PKS Anis Matta pada Rabu (22/1) yang lalu. Ical ditemani Idrus Marham dan Setya Novanto sedangkan Anis didampingi Fahri Hamzah, Taufiq Ridho, serta Andi Rahmat.
Meski mengaku hanya makan siang bersama, namun Ical juga menyelipkan obrolan tentang rencana koalisi. "Ada satu dua soal koalisi tapi kita bicara masalah bangsa," ujarnya.
Untuk parpol yang mengusung warna hijau, ada Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan Bangsa. Siapa gerangan yang dimaksud Ical?
Kemungkinan Ical merujuk ke Partai Kebangkitan Bangsa. Survei PDB menjodohkan Ical dengan Mahfud MD sebagai cawapres. Sekjen Golkar Idrus Marham juga pernah menyebutkan mantan Ketua MK ini sebagai calon cawapres Ical. Mahfud adalah capres yang diusung oleh PKB, namun kecil kemungkinan partai ini bisa mengusung calonnya sendiri.
Ical sendiri mengaku siap berkoalisi dengan partai mana pun, namun dengan satu syarat. "Kita mau koalisi dengan semua parpol yang mau membangun Indonesia," kata Ical.
Lalu, apakah mimpi Ical untuk berkoalisi dengan PDI-P, PKS, PKB, atau PPP sekaligus akan terwujud di Pemilu 2014?
(van/nrl)











































