Sempurna! Christian Mahasiswa Pasca Sarjana UGM Lulus dengan IPK 4,00

Sempurna! Christian Mahasiswa Pasca Sarjana UGM Lulus dengan IPK 4,00

Bagus Kurniawan - detikNews
Kamis, 23 Jan 2014 18:53 WIB
Sempurna! Christian Mahasiswa Pasca Sarjana UGM Lulus dengan IPK 4,00
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Yogyakarta -

Christian Nidyaputra Octarino termasuk mahasiswa luar biasa. Lulus dari Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan IPK 4,00 dan mampu menyelesaikan kuliah dalam waktu 1 tahun 10 bulan. Sempurna!

Christian menjadi satu-satunya mahasiswa di prodi S2 Arsitektur Fakultas Teknik UGM di angkatannya yang diwisuda hari ini bersama 940 lulusan lain, Kamis (23/1/2014).

"Saya tidak menyangka akan mencapai nilai IPK 4,00," kata pria yang mengaku santai dalam belajar selama menempuh studi S2 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, selama studi yang dilakukan adalah disiplin hadir perkuliahan dan tepat waktu dalam mengumpulkan tugas dari dosen.

"Kalau ada tugas dari dosen, akan langsung saya kerjakan. Saat dikumpulkan juga harus tepat waktu," katanya.

Dia mengaku waktunya tidak dihabiskan untuk kuliah saja, namun juga untuk kegiatan lain. Dia aktif di luar kampus bersama dosen pembimbingnya Ikaputra dalam hal perancangan arsitektur kawasan. Bersama tim arsitektur, ia terlibat dalam pembuatan draf rancangan pengembangan kawasan Waisai, Ibu Kota Raja Ampat. Selain itu juga terlibat dalam perancangan draf penataan asrama kampus UGM.

"Pengalaman terjun di lapangan inilah yang membuat saya mudah memahami materi perkuliahan," katanya.

Keaktifannya terjun dalam berbagai kegiatan di lapangan yang membawa Christian bersama 4 rekannya terbang ke Jepang. Di negeri Sakura tersebut, ia mendapatkan kesempatan dalam program pertukaran pelajar sambil melakukan riset singkat dalam pengembangan hunian di kawasan Stasiun KA di Jepang. Riset singkatnya inilah yang menginspirasi untuk meneliti aspek serupa di kawasan Stasiun Nguter, Sukoharjo.

"Rancangan saya ini berangkat dari keprihatinan melihat kondisi transportasi kereta api jurusan Solo-Wonogiri yang berhenti beroperasi," katanya.

Menurutnya, area di Stasiun Nguter memiliki potensi dan bisa dikembangkan menjadi kawasan hunian yang nyaman. Penduduk dapat melakukan aktivitas ekonomi dengan baik dengan bantuan moda transportasi kereta api.

Penelitian tersebut akhirnya ditelurkan dalam sebuah tesis berjudul 'Pengembangan Kawasan Sekitar Stasiun Yang Berbasis Jalur Kereta Api (Rail Oriented Development)'.

"Saya berharap penelitian ini bisa bermanfaat di kemudian hari untuk penataan hunian di kawasan Stasiun Nguter. Saya berharap moda transportasi kereta api Wonogiri-Solo itu dihidupkan kembali," kata Christian.

(bgk/trw)


Berita Terkait