"Anggaran 2014 sebanyak Rp 6,285 triliun dengan prioritas banjir cukup banyak. Seperti pengadaan alat dan lainnya bisa mencapai 8 persen dari anggaran. Kita beli itu melalui e-catalog. Kita juga sudah punya kapal keruk baru dan sekarang lagi di Kanal Banjir Timur (KBT)," ujar Kepala Dinas PU DKI Rudi Manggas Siahaan di kantornya, Jalan Jatibarang I, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2014).
Rudi juga menyebutkan perbaikan jalan yang terkena erosi saat banjir kemungkinan akan di beton. Betonisasi jalan ini dinilai lebih hemat untuk jangka panjang dibandingkan aspal hot mix.
"Nanti ada program betonisasi jalan karena untuk jangka panjang beton lebih murah," ujar Rudi.
Dinas PU juga merencanakan pembuatan terowongan air dari Katulampa ke Cisadane, percepatan sodetan Kali Ciliwung, percepatan penyelesaian pompa air di Waduk Pluit dan Pasar Ikan Penjaringan Jakut, pelaksanaan turap, normalisasi saluran air, pengerukan Kanal Banjir Barat (KBB), pembangunan sejumlah tanggul, dan relokasi utilitas milik PAM, Telkom, PLN, gas, dan fiber optic yang berada di bawah tanah.
"Ini masih koordinasi dengan Kementerian PU karena ada kewenangan kementerian. Selanjutnya rencana pemasangan pintu dan pompa kapasitas besar di Muara Angke dan Sentiong, syukur-syukur di 2014 selesai," kata Manggas.
Bagaimana dengan tanggul yang jebol di sejumlah titik saluran air di Jakarta?
"Kalau untuk tanggul jebol, karena memang usia waduk macam-macam. Sebagai langkah awal, di setiap kelurahan sudah kita dropping karung pasir 250 buah, dan tiap kecamatan 1.000 buah. Ketika ada tanggul jebol maka daerah terdekat yang harus mengatasinya," jawab Rudi mengakhiri keterangan.
(vid/nrl)











































