Ditodong Pistol oleh Polisi, Penjual Soal CPNS Ngadu ke Mabes
Selasa, 30 Nov 2004 17:03 WIB
Jakarta -
Nyali Istu boleh juga. Diancam polisi akan ditembak, dia melapor ke atasan sang polisi. Ditodong pistol oleh polisi yang sama, dia pun mengadu ke Propam Mabes Polri.Kejadian bermula pada 12 November 2004. Istu Prayogi (39) sedang berjualan buku panduan soal-soal tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Balai Rakyat Depok II.Aksi Istu dipergoki Aipda Herutomo dari Polres Depok. Istu pun ditangkap dengan tuduhan membocorkan rahasia negara. Putri Istu yang bernama Fidinia Hastuti (12) juga dibawa ke Polres Depok dengan menggunakan Kijang kapsul warna biru.Dalam perjalanan, Istu diancam akan ditembak oleh Brigadir Polisi Wahyudin karena dianggap terlalu banyak bicara dengan polisi yang duduk di sampingnya, yakni Kanit Intelkam Polres Depok Iptu Paryono.Setelah memberikan keterangan di Polres Depok, Istu menemui Kasat Intelkam Polres Depok untuk melaporkan kalau dirinya diancam oleh salah seorang anak buahnya ketika dalam perjalanan dibawa ke Polres.Kasat Intelkam kemudian balik bertanya: "Kamu mau ditembak oleh siapa? Anggota kami tidak bawa senjata." Istu kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya. Setelah itu, Istu keluar dari ruangan Kasat Intelkam.Tak dinyana, Istu berpapasan dengan Brigadir Polisi Wahyudin. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas itu, Istu mencecar Wahyudin dengan sejumlah pertanyaan. "Bapak yang tadi nyetir kan? Bapak juga yang ngancam mau nembak saya kan?"Tidak terima dicecar oleh Istu, Wahyudin berkilah. Lalu dengan kalap Wahyudin menghampiri Istu. "Dia mau mukul saya. Saya menghindar. Lalu dia masuk ke ruangan dan mengambil senjata. Senjata itu kemudian diarahkan ke kepala saya dengan jarak kurang lebih 1,5 meter sambil marah-marah. Saya sudah pasrah, cuma angkat tangan," tutur Istu."Sebenarnya pertanyaan itu saya ajukan ke dia untuk klarifikasi saja. Sebab tadi Kasat Intelkam bilangnya tidak ada anggotanya yang bawa senjata," lanjut Istu dengan nada polos.Pengalaman unik yang dialaminya itu pun dilaporkan Istu ke Propam Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2004) siang.Dia datang dengan didampingi kuasa hukum Gatot dari LBH Jakarta. "Saya serahkan kepada LBH untuk masalah penegakan hukum. Soalnya saya awam masalah hukum," ujar Istu.Diakui Istu, berjualan buku panduan soal-soal tes CPNS, yang disebut polisi sebagai dokumen rahasia negara, hanya kerja sampingan. Aslinya, Istu bekerja sebagai guru honorer di sebuah SMK di daerah Cipayung Depok.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































