"Jadi mereka ini, kalau siang mencuri motor, kalau malam merampok minimarket," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Adex Yudiswan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/1/2014).
Adapun motor yang menjadi sasaran kelompok ini terbagi dalam 3 kategori, yakni motor mewah, motor kelas middle dan motor kacangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sasaran motor mewah, para tersangka mencuri motor tersebut dengan cara merampas langsung dari pemilik dengan menggunakan kekerasan.
"Kalau motor middle sama kelas kacangan, itu dicuri di pinggir-pinggir jalan," ucapnya.
Untuk motor kelas mewah, dijual para tersangka secara utuh ke penadah. "Sementara untuk motor kacangan, penadah biasanya menjual lagi dengan cara dipreteli suku cadangnya atau dikanibal," imbuhnya.
Adex mengungkapkan, kasus penembakan Briptu Ruslan ini terungkap setelah pihaknya menangkap 6 orang perampok minimarket di kawasan Bekasi. Dari keterangan para pelaku, mereka mengakui selain merampok minimarket, mereka juga kerap melakukan pencurian motor.
"Salah satunya (motor yang dirampok) adalah motor milik Briptu Ruslan. Mereka mengaku sudah 20 kali mencuri motor dengan cara kekerasan," jelas Adex.
Dua dari enam tersangka perampokan minimarket yang tertangkap, yakni Hendra Mahendra alias Tarmo dan Anton Wijaka alias Okai, rupanya ikut merampas motor Briptu Ruslan. Dari keterangan mereka terungkap, eksekutor di lapangan yang menembak Briptu Ruslan adalah tersangka Sukur.
"Sukur ditangkap di Jl Raya Pelabuhan Ratu, Kampung Kenari, Pelabuhan Ratu, Sukabumi sepekan yang lalu. Mereka ini adalah kelompok Lampung," paparnya.
(mei/nal)











































