"Masih diselidiki (keterlibatan Ran dengan kelompok penembak Briptu Nurul), tapi masih satu jaringan, tapi tidak secara langsung," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Adex Yudiswan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/1/2014).
Adex mengatakan, Ran memang memiliki koneksi dengan para pelaku pencurian motor kelompok Lampung. Setiap kelompok Lampung, kerap menjual motor hasil curian ini kepada Ran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, para pelaku pencurian motor sudah memiliki jaringan dengan penadah.
"Ini kan pelaku curanmor, masing-masing pelaku punya kontak dengan para penadah," tambah Rikwanto.
Ran ditangkap aparat Polres Bogor, di wilayah Bogor, Rabu (22/1/2014) malam tadi. Dari hasil pemeriksaan para tersangka pencurian motor yang menembak Briptu Ruslan, antara lain Sukur, polisi mengetahui motor anggota Sabhara Baharkam Polri itu bermuara di tersangka Ran.
"Ran sudah diamankan Polres Bogor dalam kasus curas," ucap Rikwanto.
Para tersangka yang menembak Briptu Ruslan, merampas motor Kawasaki Ninja 250 CC yang saat itu sedang dicucui korban di 'Arema Car Wash' Jl Pekapuran, Tapos, Depok, Jumat (13/9/2013) lalu. Motor hasil pencurian ini kemudian dijual tersangka Sukur Cs di Cikaret, Bogor seharga Rp 12 juta.
Sementara penembakan Briptu Nurul terjadi pada Jumat 10 Januari 2014 pukul 13.45 WIB lalu. Saat itu, anggota reskrim Polsek Klapanunggal itu tengah melintas di Jalan Klapanunggal, Bogor.
Ia melihat dua pelaku pencurian motor tengah mencuri motor yang saat itu aksinya diketahui warga. Warga yang berteriak ini didengar oleh Briptu Nurul.
Briptu Nurul kemudian mendekati pelaku, bermaksud untuk menangkapnya. Namun nahas, rupanya pelaku yang membawa senjata api itu mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya kepadanya.
Nurul pun tertembak tepat di kepalanya. Ia pun rubuh dan tewas seketika setelah sebutir peluru bersarang di kepalanya.
(mei/ahy)











































