Pengelola TransJ, Penumpang Sakit Jangan Dibawa ke Ruang Genset!

Pengelola TransJ, Penumpang Sakit Jangan Dibawa ke Ruang Genset!

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Kamis, 23 Jan 2014 15:41 WIB
Pengelola TransJ, Penumpang Sakit Jangan Dibawa ke Ruang Genset!
Jakarta -

4 Orang petugas TransJakarta melakukan tindak pencabulan pada seorang penumpang yang pingsan di ruang genset halte Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat. Mereka membawa ke ruangan genset karena tidak ada ruangan untuk merawat penumpang yang sedang pingsan.

Menganggapi hal ini, Komnas Perempuan menilai perbuatan ini dilakukan karena melihat pelaku merasa memiliki kesempatan membawa korban ke ruang genset karena tidak adanya ketersediaan ruangan di dalam halte Harmoni. Karena itu, Komnas Perempuan menilai pihak UP TransJakarta perlu mengadakan sebuang ruangan dalam halte untuk merawat penumpang yang kurang sehat.

"Kita perlu ruangan dalam halte supaya penumpang yang sakit mendapatkan pelayanan," kata ketua Komnas Perempuan, Yunianti Chuzaifah, dalam pesan singkatnya pada detikcom, Kamis (23/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Yanti menjelaskan ruangan ini juga bisa digunakan penumpang wanita yang ingin menyusui. "Ini juga bisa dipakai ibu yang ingin menyusui," lanjutnya.

Memang tidak semua halte mampu memberikan fasilitas tersebut, ruangan ini bisa diupayakan ada di halte Harmoni atau halte pemberhentian terakhir armada TransJakarta. Namun, berdasarkan asas kemanusiaan Komnas HAM tetap mengecam tindakan asusila ini dengan alibi ingin menolong korban yang sedang tak sehat.

"Seharusnya ada tidak ada ruang, perempuan berhak untuk aman dan yang sakit berhak untuk dilindungi. Harus ada perbaikan pada cara pandang dan didukung oleh fasilitas," pungkasnya.

Kejadian bejat ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (22/1/2013). Awalnya korban naik Bus TransJakarta jurusan Pulogadung-Harmoni dari RS Islam Cempaka Putih. Dia mengenakan celana pendek dan kaos. Setibanya di halte Atrium Senen, wanita itu pingsan karena penyakit asmanya kambuh. Petugas kemudian menurunkan korban di halte Harmoni dan memanggil 4 orang rekannya untuk mengobatinya.

Salah seorang petugas kemudian membawanya ke ruang genset yang berada di belakang halte. Tak lama kemudian ketiga temannya menyusul. Nah, dalam kondisi pingsan itulah pencabulan terjadi. Pihak TransJakarta mengaku akan menindaktegas pegawainya jika terbukti melakukan perbuatan asusila tersebut.

(mnb/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini