Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum Danis Hidayat Sumadilaga menegaskan rencana proyek sodetan tersebut sudah dilihat dan sesuaikan agar tidak menyebabkan banjir meluas di wilayah lain seperti yang dicemaskan masyarakat Tangerang.
Sudetan yang menuju Sungai Cisadane ini diharapkan bisa menyeimbangkan peran daya tampung debit air di dua daerah, yakni Jakarta dan Tangerang. “Ya kemarin kan Wali Kota Tangerang tidak hadir dalam pertemuan. Kita kan memerlukan kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Banten soal ini,” ujar Danis saat ditemui detikcom, Selasa (21/01/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, T. Iskandar, mengatakan untuk proyek sodetan Ciliwung-Cisadane memang perlu kesepakatan antara dua Pemerintah Provinsi yaitu Jakarta dan Banten.
Namun, rute sodetan ini mesti dikaji lagi karena kemungkinan ada perbedaan dengan desain awal pada 1997. Persoalannya karena bisa terjadi perubahan terkait keberadaan lahan sekarang dibandingkan 17 tahun lalu. "Perlu koordinasi lagi soal hulu, hilirnya dengan dua pemerintah,” kata Iskandar saat dihubungi detik, Selasa (21/01/2014).
Kepala Humas Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Putu Wirawan menambahkan berdasarkan desain 17 tahun lalu memang minimal mesti dilakukan pengkajian ulang. Dari struktur tanah dan kondisi wilayah terkait rute sodetan berpotensi ada perubahan.
“Sepertinya harus begitu. Data terbaru dan situasi lapangan mesti disurvei lagi,” kata Putu saat dihubungi detikcom, Selasa (21/01/2014).
Putu juga mengatakan proyek sodetan Ciliwung-Cisadane seharusnya tidak menjadi kecemasan bagi masyarakat Tangerang. "Sistem sodetan ini sudah disesuaikan dengan kapasitas Kali Cisadane," ujar Putu.
(hty/brn)











































