Dua Sodetan Penyelamat 'Legenda' Ciliwung

Proyek Sodetan Ciliwung

Dua Sodetan Penyelamat 'Legenda' Ciliwung

- detikNews
Kamis, 23 Jan 2014 14:56 WIB
 Dua Sodetan Penyelamat Legenda Ciliwung
Bendung Katulampa. (Foto-detikcom)
Jakarta - "La plus belle eau et la meilleure qui soit au monde". Itulah kalimat yang diungkapkan oleh seorang pionir dagang dari Prancis Jean-Baptiste Tavernier untuk menggambarkan keindahan dan jernihnya air di sungai Ciliwung.

Dalam bahasa Indonesia kalimat tersebut artinya, Ciliwung adalah sungai dengan air paling bersih di dunia. Tapi itu dulu, pada saat Jean-Baptiste masih hidup pada ratusan tahun yang lalu. Kondisi Ciliwung kini sudah jauh berubah, airnya sudah tercemar, tak lagi jernih.

Bahkan saat musim penghujan, sungai dengan panjang kurang lebih 120 kilometer itu seolah menjadi ancaman bagi warga Jakarta. Kapasitas sungai tak lagi mampu menampung air yang masuk. Akibatnya air meluap dan menerjang rumah warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puluhan tahun sudah Pemerintah berupaya mencari cara agar Sungai Ciliwung tak lagi meluap. Desember tahun lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan ground breaking proyek sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur.





Sodetan ini diperkirakan mampu mengurangi beban banjir yang kerap melanda Ibu Kota. Debit air yang mengalir ke Ciliwung sebagian akan disalurkan ke Kanal Banjir Timur. Pemerintah menjadwalkan proyek sodetan sepanjang 1,27 kilometer itu akan rampung pada 2016.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, T. Iskandar mengatakan, sodetan berdiameter 3,5 meter ini bisa mereduksi debit banjir sedikitnya 60 meter perkubik perdetik menuju Kanal Banjir Timur.

Sodetan akan berada di bawah permukaan tanah dengan kedalaman antara 6,5 – 10 meter. Untuk relokasi warga yang punya lahan, Kementerian Pekerjaan Umum akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI. Pembebasan lahan seluas hampir dua haktar diperlukan untuk kelancaran proyek sodetan ini.

“Ini kan di bawah permukaan tanah. Jadi, saya harapkan tidak bermasalah soal relokasi. Sodetan ini juga memperhitungkan kapasitas KBT dan tidak akan pindahkan banjir ke wilayah lain,” kata Iskandar saat dihubungi detik, Selasa (21/1) kemarin.

Rute sodetan akan mencakup beberapa wilayah di Jakarta Timur, yakni jalan Sensus dengan akses ke Jalan Otto Iskandar Dinata, berlanjut ke Jalan DI Panjaitan mengarah Kebon Nanas dan Cipinang Cempedak. Akhir rute ini akan berada di Sungai Cipinang Besar Selatan.

Pembangunan proyek sodetan ini akan dibagi dalam dua tahap. Pertama, yang diprioritaskan adalah pembangunan saluran berbentuk dua terowongan air dengan panjang 1,27 kilometer dengan diameter 3,5 meter. Terowongan ini diharapkan selesai dua tahun mendatang.

Adapun tahap berikutnya mengerjakan pintu masuk (inlet) serta pintu keluar (outlet) sodetan. Rencananya, untuk inlet difokuskan dekat Sekolah Tinggi Ilmu Statistik yang berlokasi di Jalan Otto Iskandar Dinata. Dipilihnya lokasi ini karena berdekatan langsung dengan akses debit Sungai Ciliwung.

Sementara, letak outlet bakal dibangun di Kali Cipinang yang berlokasi di Cipinang Besar Selatan. Sebagai pelengkap, di tahap kedua ini bakal dilakukan normalisasi Sungai Cipinang. “Semuanya bertahap semoga volume banjir bisa tereduksi dan berkurang nantinya,” kata Iskandar.

Sodetan yang kedua rencananya akan dilakukan di hulu Ciliwung menuju sungai Cisadane. Hanya proyek ini masih perlu disepakati oleh Pemerintah Provinsi Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten.

Kisah Ciliwung dengan air paling bersih di dunia seperti yang ditulis Jean-Baptiste Tavernier nampaknya masih akan menjadi legenda.

(erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads