"Sudah beberapa hari ini kami merasa was-was ketika melewati jalur tersebut," kata Adit, salah seorang penumpang KRL kepada detikcom, Kamis (23/1/2014).
Adit mengatakan, Rabu kemarin ada penumpang di dalam gerbong KRL kena timpuk batu dari luar gerbong. "Kita minta pengamanan di lokasi ini ditingkatkan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau laporan belum ada, namun memang di lokasi itu sedang dipenuhi pengungsi di sisi relnya," katanya.
Agus mengatakan, saat melintas di lokasi pengungsian KRL harus berjalan sangat pelan. Kecepatan KRL hanya bisa 5 km/jam. "Kita mohon sama pemda agar menyediakan lokasi pengungsian yang baik, karena di pinggir rel sangat berbahaya," katanya.
Pengungsi yang mengungsi di rel kereta antara lain adalah warga Kampung Pesing, Kedoya Utara, Kebon Jeruk. Mereka biasa mengungsi di jalur kereta itu bila banjir datang akibat meluapnya Kali Pesanggrahan. Para warga tidak menghiraukan ataupun khawatir setiap kali kereta melintas karena kereta berjalan pelan. Jumlah pengungsi di pinggir rel itu bisa mencapai ribuan.
(nal/nrl)










































