Perjalanan kereta malam ini memang disertai dengan hujan deras. Sejak berangkat dari Stasiun Pasarsenen pukul 21.30 WIB, yang artinya kereta terlambat berangkat 15 menit, hujan deras disertai angin sudah mengguyur ibu kota.
Belum jauh kereta berjalan, tetes-tetes air mulai jatuh dari langit-langit gerbong. Seperti yang terlihat di gerbong 1. Titik bocor cukup banyak, sehingga beberapa penumpang yang mendapat tempat duduk di dekat kebocoran resah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini air udah ke mana-mana. Padahal tiketnya udah mahal," keluh Ibu Ety.
Beberapa mahasiswi yang tampak berniat liburan juga mengeluh. Mereka sempat kesal karena tas carrier yang dibawanya basah kena tetesan air.
Seorang pria yang duduk dekat jendela terlihat ikut mengeluh. Dia kesal tak bisa tidur karena jendela tempat dia duduk banyak rembesan air.
"Bantal yang saya sewa juga basah nih," ujar pria berjaket biru itu.
Ada seorang petugas kebersihan kereta yang datang ke gerbong 1. Dia mengepel lantai yang basah dan melayani keluhan penumpang. Dia juga menjelaskan bahwa kebocoran ini tak hanya terjadi di gerbong 1, tapi juga gerbong-gerbong lain.
"Masih hujan, mau bagaimana lagi," ujar petugas itu sambil membantu seorang penumpang mengelap tempat duduk yang basah terkena rembesan air.
(tor/rvk)











































