"Heli membawa tiga kru dan tujuh anggota Pam perbatasan Kaltim, total load 642 kg," ujar Kadispen TNI AD, Kolonel Inf Andika Perkasa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/1/2014).
Belum bisa dipastikan heli yang hilang kontak itu mengalami kecelakaan atau melakukan pendaratan darurat. Hingga saat ini pihak TNI AD masih terus mencari informasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut Kronologi hilangnya kontak helikopter di Tarakan menurut TNI AD :
Rabu, pukul 13.25 WITa
7 Anggota Yonif 100/Raider (Batalyon dari Medan yang sedang melaksanakan Tugas Pengamanan Perbatasan Kaltim) yang berencana membawa logistik menuju Pos Long Midang. Mereka diangkut dengan Heli Bell 412 TNI -AD (No. Reg 5166) dari Bandara Juwata, Tarakan, menuju Long Bawan, Kec. Krayan Induk, Kab. Nunukan.
Pukul 13.33 WITa
Heli kontak dengan tower Malinau dan menyampaikan akan landing di Long Bawan pada jam 14.33 WITA.
Pukul 16.00 WITa
Heli tidak mendarat di Krayan, Padahal sesuai jadwal seharusnya Heli sudah tiba kembali ke Bandara Juwata, Tarakan.
Pukul 23.00 WITa
Heli belum juga tiba di Bandara Juwata, Tarakan, dan tidak bisa berhubungan dengan Bandara.
(kha/rvk)











































