Joko merupakan buronan kasus pencurian dengan kekerasan di dekat Masjid Agung Jawa Tengah tahun 2012 lalu. Ia sempat kabur ke Jambi selama 2 tahun. Namun saat ia kembali ke Semarang untuk menemui istri dan anaknya, ternyata polisi mengetahuinya.
Kemudian sekitar pukul 05.00 pagi tadi, aparat Satreksrim Polsek Gayamsari mendatangi rumah kontrakan Joko. Saat petugas masih berada di luar rumah, Joko mengetahuinya dan ketakutan. Ia pun mengambil kabel kemudian diikat ke kayu plavon dan dililitkan di lehernya. Tapi karena tidak kuat menahan berat badannya, kabel tersebut putus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengakuannya, ia kabur setelah mengetahui rekannya Maruto alias Bebek tertangkap. Dalam pelariannya di Jambi, Joko bekerja sebagai buruh bangunan dan mengumpulkan uang untuk kembali ke Semarang.
Kapolsek Gayamsari, Kompol Juara Silalahi mengatakan, penangkapan Joko merupakan hasil pengembangan dari tersangka Maruto. Joko merupakan pelaku pencurian disertai kekerasan dengan target remaja pacaran, sedangkan Maruto tidak hanya merampas namun juga mencabuli remaja putri yang menjadi targetnya.
"Joko terlibat pencurian dan kekerasan di dekat Masjid Agung Jawa Tengah, dia dapat Handphone," kata Juara.
"Pelaku satunya (Maruto), memukul dan mengusir korban pria, sementara korban wanita dinodai tidak jauh dari lokasi," imbuh Kanit Reskrim AKP Suharto.
(alg/trw)











































