Muktamar NU Buka Peluang Bagi Pencalonan Gus Mus
Selasa, 30 Nov 2004 14:54 WIB
Boyolali - Meski dalam pemandangan umum LPJ sebagian besar PWNU menerima sekaligus mencalonkan kembali duet Ahmad Sahal Mahfudz - Hasyim Muzadi, peserta muktamar membuka diri terhadap calon ketua lainnya, termasuk Gus Mus. Salah satu muktamirin asal Bondowoso Jatim, Zaenudin Gozali mengatakan, pencalonan Sahal-Hasyim pada saat pemandangan umum bukanlah harga mati. Masih terbuka kemungkinan muktamirin mencalonkan Gus Mus atau siapa pun juga. Pasalnya, ada juga peserta yang tidak menyebut nama Sahal - Hasyim. "Sekarang ini kan wilayahnya masih abu-abu. Belum jelas benar karena prosesnya (pencalonan dan pemilihan) belum berjalan. Gus Mus masih ada peluang," katanya sesaat sebelum memasuki Sidang Komisi Organisasi di Ruang Mudzalifah Asrama Haji Donohudan Boyolali, Selasa (30/11/2004). Zaenudin yang juga Sekretaris PCNU ini menambahkan, pada saat pemandangan umum PWNU Jatim tidak menyebut nama calon secara langsung. Ini merupakan konsekuensi dari pandangan pencalonan dan pemilihan mempunyai waktu tersendiri. Bukan di acara pemandangan umum itu. Hal yang sama juga diungkapkan Ketua PCNU Muara Jambi Muhammad Thobroni. "Pencalonan duet Sahal - Hasyim tidak mutlak. Apalagi bagi pengurus cabang. Siapa pun juga bisa masuk bursa," katanya. Dikatakan Thobroni, setiap pengurus wilayah memang telah menyatakan sikap mencalonkan Sahal-Hasyim. Tapi dirinya yakin kalau pandangan pengurus cabang tidak seluruhnya sama dengan pengurus wilayah. Karena itu, Gus Mus punya peluang bersaing dengan Hasyim. "Itu masalah pilihan. Pilihan pengurus wilayah dan pengurus cabang bisa saja berbeda. Soalnya, kedua tingkatan punya suara di arena muktamar. Ini yang akan ditentukan dalam pencalonan dan pemilihan nantinya," papar Thobroni. Ketika ditanya soal calon rais am PBNU, baik Zaenudin maupun Thobroni mengaku tidak memiliki alternatif bagi calon rais am. Keduanya menilai Sahal tetap pilihan pertama dan utama. "Beliau adalah sosok yang paling pas," kata keduanya secara terpisah. Berdasar informasi di seputar arena muktamar ke-31 ini, beberapa kiai sepuh mengajukan nama duet Sahal - Gus Mus. Tidak itu saja, Sahal dikabarkan juga menyetujui majunya Gus Mus. Munculnya duet ini diperkirakan akan menghadang mulusnya jalan Hasyim untuk terpilih kembali sebagai ketua umum PBNU.
(asy/)











































