Saksi Jaksa Ringankan Ba'asyir
Selasa, 30 Nov 2004 14:28 WIB
Jakarta - Syamsul Bahri alias Farhan, salah satu anggota Jamaah Islamiyah (JI), dalam kesaksiannya menyatakan, dia pernah bertemu dengan Abu Bakar Ba'asyir sebanyak 4 kali, di Malaysia dan Pakistan.Namun dalam pertemuan itu, saksi tidak pernah mendengar ada pernyataan Ba'asyir yang menyuruh untuk melakukan jihad dengan kekerasan atau pun melakukan aksi terorisme dengan melakukan pemboman.Hal itu disampaikan Syamsul Bahri dalam persidangan yang digelar oleh PN Jaksel di Aula Deptan, Ragunan, Selasa siang (30/11/2004). Di hadapan majelis hakim yang diketui oleh Sudarto, warga Malaysia itu menyatakan, dia bertemu Ba'asyir antara tahun 1997 hingga 1998 di Malaysia dan Pakistan."Tiga kali kami bertemu di Johor dan pertemuan terakhir di Pakistan tahun 1999 tepatnya di Pashawar," kata saksi yang diajukan oleh jaksa ini. Saat bertemu dengan Ba'asyir, dia tidak pernah bicara langsung, tapi hanya mendengarkan ceramah dan kotbah."Dalam kotbah, ustadz tidak pernah menyuruh melakukan pemboman dan tidak pernah disingging soal Jamaah Islamiyah. Kotbah beliau hanyalah untuk meningkatkan ketakwaan dan penegakan din (agama)," aku Syamsul.Saksi juga mengaku mengenal Muklas alias Ali Gufron yang saat itu menjadi ketua Wakalah Johor. Wakalah adalah bagian dari organisasi JI di bawah mantiqi.Menurut Syamsul, berdasarkan pengakuan Muklas, amir JI adalah Abdullah Sungkar. Syamsul mengaku menjadi anggota JI dengan cara dibaiat dengan Abdullah Sungkar.Semenjak menjadi anggota JI, dia dicari-cari Polisi Diraja Malaysia sehingga dia harus meninggalkan negerinya sendiri pada 1999 untuk kabur ke Indonesia. Tapi pada tahun 2002, dia ditangkap dengan tuduhan menyembunyikan informasi tindak pidana terorisme dan akhirnya divonis 3 tahun penjara.Menanggapi kesaksian Syamsul, Ba'asyir membenarkan pernah bertemu dengan saksi di Johor-Malaysia. Tapi pertemuan bukan dalam bentuk percakapan langsung. Namun pertemuan di Pakistan, Ba'asyir membantah. Dia mengaku pergi ke Pakistan hanya untuk mengantarkan anaknya bersekolah.Saat in sedang berlangsung pemeriksaan saksi Andi Syahputra, anggota JI yang berasal dari Malaysia.
(nrl/)











































