"(Kebon Baru) Bukan tanggul jebol. Jadi kepala turap tergerus oleh debit air Ciliwung yang tinggi," ujar salah satu staf Sudin PU Tata Air Jaksel, Deden, kepada wartawan di dekat turap yang tergerus di Kelurahan Kebon Baru, Rabu (22/1/2014).
Menurut Deden, Selasa (21/1/2014) malam permukaan air di Sungai Ciliwung tinggi sehingga terjadi over flowed atau limpasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deden menambahkan, total ada 7 RW yang terendam yakni RW 1, RW 2, RW 4, RW 7, RW 8, RW 9 dan RW 10. Sedangkan di Kelurahan Gudang Peluru ada 1 RW yang juga terendam yaitu RW 3.
Sementara untuk penanganan banjir, pihaknya masih menunggu petunjuk Gubernur DKI Jokowi, camat setempat dan instansi terkait. Saat ini pihaknya masih menunggu air surut. Bila air sudah surut maka pihaknya akan menanggul dengan karung pasir.
Pihaknya juga sudah menyediakan 2 unit mesin pompa mobile trailer untuk menyedot air dengan kapasitas 250 liter/detik.
"Untuk solusi lanjutan kami nunggu dari instansi terkait," katanya.
Di sekitar Kebon Baru, lanjut dia, belum pernah dilakukan pengerukan. Oleh karena itu terjadi sedimen atau endapan di bantaran kali dan jika debit air tinggi karena curah hujan tinggi seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu, menyebabkan turap di tanggul semakin tergerus.
"Ini menyebabkan air masuk ke pemukiman penduduk," tutur Deden.
Jokowi pagi tadi sempat meninjau tanggul yang menyebabkan banjir di Kebon Baru, Tebet, Jaksel, tersebut. Dia melepas sepatunya dan nyeker di atas perahu karet besar menyusuri banjir menuju lokasi.
(nwy/nrl)










































