Kwik: Kongres PDIP, Mega Belum Ada Saingan

Kwik: Kongres PDIP, Mega Belum Ada Saingan

- detikNews
Selasa, 30 Nov 2004 14:06 WIB
Jakarta - Kongres PDIP untuk memilih ketua umum baru akan digelar 29 Maret 2005 di Bali. Hingga saat ini, belum ada kader partai yang berani bersaing dengan Mega untuk memimpin si moncong putih."Sampai saat ini belum ada yang bersedia berkompetisi dengan Ibu Mega," kata Ketua DPP PDIP Kwik Kian Gie dalam perbincangan dengan detikcom di sela-sela coffee break seminar tentang pembangunan di Ballroom Hotel Sahid, Jl.Sudirman, Jakarta, Selasa (30/1/12004).Lalu mengapa tidak Anda saja yang mencalonkan? "Kendala saya cuma satu, yaitu usia. Januari depan umur saya 70. Ya realistis saja, walau tidak ada aturan batasan usia, saya sudah tidak kuat lagi untuk berkeliling Indonesia," jawab mantan menteri era Presiden Megawati ini.Ditanya soal indikasi Mega diupayakan terpilih lagi untuk melanggengkan Koalisi Kebangsaan, Kwik menyesalkannya. "Melanggengkan Koalisi Kebangsaan itu merupakan konsep yang rusak. Koalisi Kebangsaan itu tujuannya cuma satu, menjegal pemerintahan SBY agar tidak bisa melakukan apa-apa. Walaupun pemerintah menawarkan kebijakan bagus untuk kepentingan rakyat, konsep itu bagi mereka juga harus dijegal," jawab Kwik.TargetMenyoal gerakan pemurnian PDIP dari kader nakal yang diperjuagkannya saat ini, Kwik menyatakan, pembenahan organisasi sebesar dan serusak PDIP tidak bisa dilakukan seorang diri."Di sini saya memosisikan diri sebagai yang pertama kali mengambil prakarsa pemurnian. Harapan saya mengambil inisiatif pemurnian ini agar dapat bergerak sendiri dan sekarang ternyata cukup meluas. Artinya, pembenahan tidak dapat digantungkan ke saya sendiri," katanya.Gerakannya termasuk juga membersihkan kasus-kasus korupsi yang mendera banyak politisi PDIP di daerah. "Itu merupakan bagian dari permasalahan yang ingin kami benahi dengan gerakan pemurnian.Pembersihan di depan mata adalah supaya peserta kongres PDIP agar dipilih dari anggota-anggota yang bersih dan itu yang mengetahui adalah kader-kader dari daerah. Kongres ini juga merupakan momentum untuk mengubah wajah DPP," ungkapnya.Bagaimana jika Mega menang lagi? "Harapan saya tidak terjadi kesalahan yang sama apabila Ibu Mega sepakat dengan kami, gerakan pemurnian. Lalu berdasar itu menyusun DPP periode mendatang, betul-betul berisi orang yang bersih. Tapi jika itu tidak terjadi, maka gerakan saya kalah dan saya tidak mau ikut campur lagi dalam urusan DPP. Tapi saya tidak akan mundur dari partai, itu membuang hal yang berharga," demikian Kwik. (nrl/)


Berita Terkait