"Ya kita tahu kejadian itu, tidak apa. Masalahnya mereka itu bukan warga sini, tapi pendatang yang ngontrak di rumah Pak Heri," ujar Ketua RT setempat, Indra, kepada detikcom, Selasa (21/1/2013).
Indra menyesalkan karena pengakuan itu membuat resah warga. Terlepas benar atau tidaknya peristiwa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penelusuran detikcom, tak tak satupun warga yang mengetahui akan peristiwa yang diakui perempuan itu. Meski begitu mereka mengakui kalau rumah kontrakan tersebut berada di sekitar permukiman mereka.
Bahkan Heri pemilik kontrakan pun mengaku dirinya telah meminta warga pendatang tersebut untuk melaporkan jati diri ke RT tersebut. Namun amanat pemilik kontrakan tidak diindahkan.
"Saya udah minta waktu awal dia ngontrak, yang saya tahu KTP sebelumnya di belakang polsek Pasar Rebo. Saya sempat bilang untuk kasih fotocopy KTPnya ke RT," kata Heri.
Hingga kini keberadaan sosok perempuan tersebut tidak diketahui. Warga pun hingga kini masih geger akan pemberitaan tersebut.
(/)










































