Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng Hadi Santosa mengatakan jalan tersebut menghubungkan Karanganyar dan Magetan. Jalan itu membelah bukit yang berada di sana.
"Pembangunannya tahun 2008-2009 lalu. Dan ini sudah menutup jalan dari hari Senin (20/1) siang kemarin," kata Hadi saat dihubungi detikcom, Selasa (21/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Longsor akibat curah hujannya tinggi. Sebenarnya jalannya tidak apa-apa, hanya tebingnya itu yang berbahaya," tandas Hadi.
Selain jalan tembus itu, lanjut Hadi, jalan provinsi yang rusak akibat curah hujan yang tinggi berada di berbagai wilayah di Jateng contohnya Purworejo-Kebumen, Batang-Pekalongan, Sragen-Karanganyar, Pati-Blora, dan beberapa titik di jalur Pantura. Kerusakan jalan rata-rata berupa lubang sehingga membahayakan pengguna jalan.
"Di Batang itu juga ada, lubangnya kedalamannya macam-macam, dari 10 cm, bahkan 20 cm. Kami juga dapat laporan ada kecelakaan motor akibat lubang-lubang itu," ujarnya.
Ia pun berharap agar Bina Marga segera melakukan perbaikan di Jalan Provinsi tersebut karena membahayakan pengguna jalan dan sering juga menyebabkan kemacetan.
"Jangan lama-lama menunggu lelang, intensitas hujan turun, dan sebagainya. Dana Rp 900 miliar di Bina Marga diharapkan bisa segera disalurkan," tegasnya.
(alg/tor)










































